Revisi Draf Pemb. OSIS

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Sejarah Pembentukan OSIS

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah  tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi siswa yang bermacam ragam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang  hanya dibentuk bersifat intern sekolah, dan ada organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah kepada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan oerganisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Sebagai akibat dari keadaan di atas timbul loyalitas ganda, di satu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedangkan di pihak lain harus tunduk pada organisasi siswa yang dikendalikan dari luar.

Dalam keadaan yang demikian dapat dibayangkan, berapa banyak macam ragam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi di luar sekolah.

Pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa di Jakarta yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa di sekolah masing-masing, maka diberikan arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembinaan kesiswaan.

Pembinanan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idelaisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.

Oleh karena itu pembangunan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara terarah dan teratur.

Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan “OSIS’ sebagai organisasi kesiswaan dan OSIS organisasi resmi di sekolah.

Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok:

  1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai pengaruh negatif dari luar sekolah.
  2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.
  3. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pikiran dan gagasan dalam usaha untuk lebih mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.

B.        Dasar Hukum

1.    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496);

2.    Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

3.    Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah.

4.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;

5.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan

6.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

  1. C. Tujuan

Tujuan penulisan buku  “Pedoman Pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah”  antara lain :

  1. Melengkapi hal-hal yang belum dimuat di dalam buku yang diterbitkan lebih dahulu.
  2. Dapat lebih memperjelas pengertian, makna, tujuan dan hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan Organisasi Siswa Intra Sekolah secara benar dan baik.
  3. Dapat membantu para pendidik, tenaga kependidikan dan orangtua, serta masyarakat baik di pusat maupun di daerah untuk lebih memahami betapa pentingnya keberadaan OSIS di sekolah.
  4. Dapat dijadikan pedoman untuk pembinaan kegiatan ekstrakurikuler siswa dalam lingkungan sekolah.

BAB II

PENGERTIAN, FUNGSI , TUJUAN DAN STRUKTUR OSIS

Dalam upaya mengenal, memahami, dan mengelola Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu kejelasan mengenai Pengertian,  Fungsi dan  Tujuan  serta Struktur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Dengan mengetahui pengertian,  fungsi dan tujuan serta struktur OSIS yang jelas, maka akan membantu para pembina, pengurus, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

A.     Pengertian OSIS, meliputi :

1.       Secara Semantis

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah berbentuk organisasi siswa intra sekolah dan merupakan organisasi resmi di sekolah.

OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian :

  1. Organisasi

Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

  1. Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.
  2. Intra, berarti terletak di dalam. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
  3. Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat.

2.    Secara Organisatoris

OSIS merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan organisasi kesiswaan di sekolah lain dan tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

3.    Secara fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, khususnya di bidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai jalur pembinaan kesiswaan.

4.       Secara Sistemik

Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu sistem, dimana para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan.

Oleh karena OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok yaitu :

  1. berorientasi pada tujuan,
  2. memiliki susunan kehidupan kelompok,
  3. memiliki sejumlah peranan,
  4. terkoordinasi,
  5. berkelanjutan dalam waktu tertentu.

B.     Fungsi

Salah satu ciri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. Demikian pula OSIS sebagai suatu organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.

Sebagai jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah :

1.     Sebagai Wadah

Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah dan sebagai wadah kegiatan para siswa di sekolah dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.

2.     Sebagai Motivator

Motivator adalah pendorong lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.

OSIS  sebagai motivator berperan untuk menggali minat dan bakat siswa  serta mengembangkannnya melalui kegiatan-kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.

3.     Sebagai Preventif

Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan, seperti menyelelsaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang datang dari  dalam maupun dari luar. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan.

C.     Tujuan

Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antara lain :

1.     Memahami,  menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai  dalam mengambil keputusan yang tepat.

2.     Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa.

3.     Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi.

4.     Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis.

5.     Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual.

6.     Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

D.     Perangkat OSIS

Perangkat OSIS terdiri dari Pembina OSIS, Perwakilan Kelas, dan Pengurus OSIS.

1.   Pembina OSIS

a.   Pembina OSIS terdiri dari :

1)            Kepala Sekolah, sebagai Ketua

2)            Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, sebagai Wakil Ketua.

3)            Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang dan dapat bergantian setiap tahun pelajaran.

b.  Rincian Tugas

1)         Kepala Sekolah sebagai ketua:

a)         Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan. pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

b)         Memberikan nasehat kepada perwakilan kelas dan pengurus;

c)         Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan surat Keputusan Kepala Sekolah;

d)        Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan surat keputusan Kepala Sekolah;

e)         Mengarahkan penyusunan Anggaran Rumah tangga dan Program Kerja OSIS

f)          Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS

2)         Wakil Kepala Sekolah. sebagai Wakil Ketua.

a)         Bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan pengelolaan. pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

b)         Memberikan bimbingan dan latihan kepada perwakilan kelas dan pengurus;

c)         Menyusun dan memproses rekruitmen keanggotaan perwakilan kelas untuk ditindaklanjuti dengan  Surat Keputusan Kepala Sekolah;

d)        Memfasilitasi pengesahan dan pelantikan pengurus OSIS oleh Kepala Sekolah;

e)         Memfasilitasi dan membimbing penyusunan Anggaran Rumah tangga dan Program Kerja OSIS

f)          Memfasilitasi dan membina  penyusunan Program Kerja OSIS

g)         Memfasilitasi dan membina  pelaksanaan Program Kerja OSIS

h)         Menghadiri rapat-rapat OSIS

i)           Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS  secara berkala setiap 3 bulan sekali

j)           Memberikan laporan seluruh kegiatan OSIS secara berkala setiap bulan kepada kepala sekolah (Program yang dilaksanakan serta daftar hadir kegiatan serta sasaran yang dicapai).

3)         Guru, sebagai anggota,

a)         Bertanggung jawab atas seluruh operasional pelaksanaan pengelolaan. pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

b)         Memberikan bimbingan dan latihan kepada perwakilan kelas dan pengurus;

c)         Membantu wakasek kesiswaan menyusun dan memproses rekruitmen keanggotaan perwakilan kelas untuk ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;

d)        Membantu dan memfasilitasi pelaksanaan pengesahan dan pelantikan pengurus OSIS oleh Kepala Sekolah;

e)         Memfasilitasi dan membina secara teknis penyusunan Anggaran Rumah tangga dan Program Kerja OSIS

f)          Memfasilitasi dan membina  secara teknis pelaksanaan Program Kerja OSIS

g)         Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS  secara berkala setiap 3 bulan sekali

h)         Memberikan laporan seluruh kegiatan OSIS secara berkala  setiap bulan kepada wakil kepala sekolah (Program yang dilaksanakan serta daftar hadir kegiatan serta sasaran yang dicapai).

2.   Perwakilan Kelas

a.   Terdiri atas 2 (dua) orang dari setiap kelas.

b.   Rincian Tugas

1)      Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas;

2)      Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS.

3)      Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas;

4)      Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan;

5)      Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir jabatannya;

6)      Mempertanggungjawabkan segala tugas kepada Kepala Sekolah selaku Ketua Pembina;

7)      Bersama-sama pengurus menyusun Anggaran Rumah Tangga.

3.   Pengurus OSIS

a.      Syarat Pengurus OSIS

1)      Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

2)      Memiliki budi pekerti dan sopan santun.

3)      Memiliki bakat sebagai pemimpin;

4)      Tidak terlibat penyalahgunaan Narkoba.

5)      Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai;

6)      Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS;

7)      Pengurus dicalonkan oleh Perwakilan Kelas;

8)      Tidak duduk di kelas terakhir.

9)      Syarat lain disesuaikan dengan ketentuan sekolah.

b.      Kewajiban Pengurus OSIS

1)      Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga OSIS;

2)      Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan, dan martabat sekolahnya;

3)      Kepemimpinan pengurus OSIS bersifat kolektif;

4)      Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pembina OSIS dan tembusannya kepada Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya;

5)      Selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Pembina OSIS.

c.      Struktur dan Rincian Tugas Pengurus OSIS

1)   Ketua

a)      Memimpin organisasi dengan baik dan bijakana;

b)      Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan;

c)      Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan;

d)     Memimpin rapat;

e)      Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat;

f)       Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.

2)   Wakil Ketua

a)Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan;

b)      Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan;

c)Menggantikan ketua jika berhalangan;

d)     Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya;

e)Bertanggung jawab kepada ketua;

f)       Wakil ketua bersama dengan wakil sekretaris mengkoordinasikan  seksi-seksi.

3)   Sekretaris

a)   Memberi saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan;

b)   Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat;

c)   Menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan;

d)   Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan;

e)   Bersama ketua menandatangani setiap surat;

f)   Bertanggung jawab atas tertib adminsitrasi organisasi;

g)   Bertindak  sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris.

4)   Wakil Sekretaris

a)      Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris;

b)      Menggantikan sekretaris jika sekretaris berhalangan;

c)      Wakil sekretaris membantu wakil ketua mengkoordinir seksi-seksi.

5)   Bendahara dan wakil Bendahara

a)      Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukkan pengeluaran uang/biaya yang diperlukan;

b)      Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan/pengeluaran uang untuk pertanggungjawaban;

c)  Bertanggungjawab atas inventaris dan perbendaharaan;

d)     Menyampaikan laporan keuangan secara berkala.

6)   Ketua Seksi

a)   Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan seksi yang menjadi tanggungjawabnya.

b)   Melaksanakan kegiatan seksi yang telah diprogramkan.

c)   Memimpin rapat seksi;

d)   Menetapkan kebijaksanaan seksi dan mengambil keputusan, berdasarkan musyawarah dan mufakat;

e)   Menyampaikan laporan, pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan seksi kepada ketua melalui koordinator.

d.   Pokok-pokok kegiatan Seksi

1)   Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain :

a)      Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing;

b)      Memperingati hari-hari besar keagamaan;

c)      Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama;

d)     Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;

e)      Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;

f)       Mengembangkan dan memperdayakan kegiatan keagamaan di sekolah;

g)      Kegiatan lainnya.

2)   Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia, antara lain :

a)        Melaksanakan tata tertib dan kultur sekolah;

b)        Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial);

c)        Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tata krama pergaulan;

d)       Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama;

e)        Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;

f)         Melaksanakan kegiatan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian, dan kerindangan);

g)        Kegiatan lainnya.

3)   Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, antara lain :

a)        Melaksanakan upacara bendera pd hari Senin dan/atau Sabtu, serta hari-hari besar nasional;

b)        Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars & Hymne);

c)        Melaksanakan kegiatan kepramukaan;

d)       Mengunjungi dan mempelajari tempat-tempat bernilai sejarah;

e)        Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para pahlawan;

f)         Melaksanakan kegiatan bela negara;

g)        Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara;

h)        Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara.

i)           Kegiatan lainnya.

4)   Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga, antara lain :

a)        Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian;

b)        Menyelenggarakan kegiatan ilmiah;

c)        Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa iptek;

d)       Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar;

e)        Mendesain dan memproduksi media pembelajaran;

f)         Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian;

g)        Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah;

h)        Membentuk klub sains, seni, dan olahraga;

i)          Menyelenggarakan festival dan lomba seni;

j)          Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga;

k)        Kegiatan lainnya.

5)   Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial, antara lain :

a)        Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masing;

b)        Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa;

c)        Melaksanakan kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional;

d)       Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat;

e)        Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato;

f)         Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;

g)        Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah;

h)        Kegiatan lainnya.

6)   Seksi Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan, antara lain :

a)        Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih berguna;

b)        Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa;

c)        Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi;

d)       Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus;

e)        Kegiatan lainnya.

7)   Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi, antara lain :

a)        Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;

b)        Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS);

c)        Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV/AIDS;

d)       Meningkatkan kesehatan reproduksi remaja;

e)        Melaksanakan hidup aktif;

f)         Melakukan diversifikasi pangan;

g)        Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah;

h)        Kegiatan lainnya.

8)   Seksi Sastra dan Budaya, antara lain :

a)        Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang sastra;

b)        Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya;

c)        Meningkatkan daya cipta sastra;

d)       Meningkatkan apresiasi budaya;

e)        Kegiatan lainnya.

9)   Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), antara lain :

a)        Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran;

b)        Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi;

c)        Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan;

d)       Kegiatan lainnya.

10)    Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris, antara lain :

a)      Melaksanakan lomba debat dan pidato;

b)      Melaksanakan lomba menulis dan korespondensi;

c)      Melaksanakan English Day;

d)       Melaksanakan kegiatan berceritera dalam bahasa Inggris (Story Telling);

e)      Melaksanakan lomba puzzies words/scrabble;

f)       Kegiatan lainnya.

Pokok-pokok kegiatan seksi tersebut di atas dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah dan sekolah masing-masing.

  1. E. Forum Organisasi

1. Rapat-rapat

  1. Rapat Pleno Perwakilan Kelas adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota perwakilan kelas.

Rapat ini diadakan untuk :

1)      Pemilihan pimpinan rapat perwakilan kelas yang terdiri dari seorang ketua, seorang wakil ketua, dan seorang sekretaris;

2)      Pencalonan pengurus

3)      Memimpin pelaksanaan pemilihan pengurus OSIS;

4)      Penilaian laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatannya;

5)      Acara, waktu, dan tempat rapat dikonsultasikan dengan Ketua Pembina.

  1. Rapat Pengurus

1)      Rapat pleno pengurus adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota pengurus OSIS, untuk membahas :

a)            penyusunan program kerja tahunan OSIS;

b)            penilaian pelaksanaan program kerja pengurus OSIS tengah tahunan dan tahunan;

c)            membahas laporan pertanggungjawaban OSIS pada akhir masa jabatan.

2)   Rapat pengurus harian adalah rapat pengurus yang dihadiri oleh ketua, wakil-wakil ketua, sekretaris, wakil-wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara, untuk membicarakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

3)   Rapat koordinasi terdiri dari :

Rapat yang dihadiri oleh  Ketua, wakil ketua , Sekretaris, wakil sekretaris Bendahara dan wakil Bendahara serta seksi-seksi;

4)   Rapat seksi adalah rapat yang dipimpin oleh ketua seksi;

5)   Rapat luar biasa dapat diadakan dalam keadaan yang mendesak atas usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas, setelah terlebih dahulu dikunsultasikan dan disetujui pembina OSIS.

2.   Tata Cara Pemilihan

Tata cara pemilihan Perwailan Kelas dan pemilihan Pengurus OSIS adalah sebagai berikut;

a.   Pemilihan Perwakilan Kelas.

1)   Pemilihan perwakilan kelas diselenggarakan pada awal tahun pelajaran baru, hari pertama masuk sekolah, semua siswa yang duduk di kelas yang bersangkutan memilih ketua dan wakil ketua kelas.

2)      Anggota perwakilan Kelas terdiri dari 2 (dua) orang siswa tiap kelas yang dipilih secara langsung oleh anggota kelasnya yang dihadiri oleh wali kelas.

3)      Anggota perwakilan kelas dapat dirangkap oleh Ketua dan wakil ketua kelas.

4)      Kepala Sekolah selaku Ketua Pembina atau menunjuk wakil kepala sekolah segera mengundang semua anggota perwakilan kelas untuk membentuk dan mengesahkan pengurus perwakilan kelas.

b    Pemilihan atau pembentukan pengurus OSIS

1)   Pemilihan/pembentukan pengurus OSIS diselenggarakan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah terbentuknya perwakilan kelas.

2) Penyelenggara Pemilihan atau Pembentukan pengurus OSIS dibentuk  oleh Kepala sekolah, dengan unsur-unsur panitia pemilihan OSIS terdiri dari :

a. Pembina OSIS.

b. Pengurus OSIS lama

c. Perwakilan Kelas.

d. Siswa.

Jumlah anggota panitia pemilihan OSIS sekurang-kurangnya 5 (Lima) orang dan sebanyak-bantaknya 10 (sepuluh) orang.

3) Ketua dan wakil ketua OSIS  dipilih secara langsung  dalam satu paket oleh seluruh siswa dalam waktu 1 (satu)  hari dan hasilnya diumumkan secara langsung.

4) Ketua dan wakil ketua terpilih segera melengkapi kepengurusan OSIS selambat-lambatnya 1 (minggu) setelah pemilihan.

3.      Pengesahan dan Pelantikan

1.   Berdasarkan hasil laporan panitia pemilihan OSIS, Kepala Sekolah sebagai pembina OSIS mengeluarkan surat keputusan tentang pengangkatan dan pengambilan sumpah pengusus OSIS yang baru terbentuk.

2.   Pelantikan pengusus OSIS dikalsanakan pada saat upacara bendera Senin pagi atau Sabtu sore, dengan susunan upacara pelantikan yang diatur oleh sekolah.

F.      Anggaran Dasar OSIS

Secara Struktural Anggaran Dasar OSIS, terdiri dari 7 (tujuh) Bab dan Pasal-pasal.

1.   Bab   I.         Nama, Waktu dan Tempat Kedudukan

2.   Bab   II.        Asas, Tujuan, dan Sifat

3.   Bab  III.       Keanggotaan dan Keuangan

4.   Bab  IV.       Hak dan Kewajiban Anggota

5.   Bab   V.        Perangkat OSIS.

6.   Bab  VI.       Masa Jabatan

7.   Bab VII.       Penutup.

BAB  I  NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah

Pasal 2

Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3

Organisasi ini berkedudukan di ………………………………………………….. *)

Kecamatan ………………Kabupaten/Kota ………………………………………

Provinsi………………… dengan alamat : Jalan ………………………………..

Nomor ………………….. (Kota) …………………(Kode Pos)……………….

*) nama sekolah yang bersangkutan

BAB  II  ASAS, TUJUAN DAN SIFAT

Pasal 4

Organisasi ini berasaskan Pancasila

Pasal 5

Organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus cita-cita perjuangan pembangunan bangsa, guna :

a.   meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Tuhan Yang Maha Esa dan budi pekerti luhur;

b.   meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan;

c.   meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani;

d.   memantapkan kepribadian dan mandiri; serta

e.   mempertebal rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pasal 6

(1)   Organisasi ini bersifat intra sekolah, dan merupakan organisasi resmi di sekolah sebagai wadah siswa berorganisasi dan menampung seluruh kegiatan siswa, serta tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan/atau tidak menjadi bagian dari organisasi lain di luar  sekolah.

(2)   Organisasi ini hanya berhak mewakili siswa dari sekolah yang bersangkutan.

BAB III  KEANGGOTAAN DAN KEUANGAN

Pasal 7

(1)  Anggota organisasi ini secara otomatis adalah siswa yang masih  aktif pada sekolah ini.

(2)  Anggota organisasi ini ditandai dengan identitas/kartu anggota.

(3)  Keanggotaan berakhir apabila siswa yang bersangkutan tidak menjadi siswa lagi di sekolah ini, atau meninggal dunia.

Pasal 8

(1)   Keuangan organisasi ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS), komite sekolah dan pemerintah daerah, serta sumbangan yang tidak mengikat.

(2)   Pengelolaan keuangan organisasi tersebut digunakan sepenuhnya untuk kegiatan OSIS dengan pertanggungjawaban yang jelas.

BAB IV  HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal  9

(1)     Setiap anggota mempunyai hak :

  1. mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya;
  2. memilih dan dipilih sebagai perwakilan kelas atau pengurus;
  3. berbicara secara lisan maupun tulisan.

(2)     Setiap anggota berkewajiban untuk :

  1. memelihara nama baik dan kehormatan sekolah;
  2. mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah;
  3. menghormati tenaga kependidikan;
  4. memelihara sarana dan prasarana serta keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan dan kekeluargaan di sekolah.

BAB   V  PERANGKAT OSIS

Pasal 10

(1)  Perangkat OSIS terdiri dari :

  1. Pembina OSIS;
  2. Perwakilan Kelas;
  3. Pengurus OSIS.

(2)  Pembina terdiri dari :

  1. Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah, sebagai Ketua/Wakil Ketua.
  2. Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang, diatur secara bergantian setiap tahun ajaran.

(3)  Perwakilan Kelas terdiri dari :

a.   Wakil-wakil setiap kelas;

b.   Setiap kelas diwakili oleh 2 (dua) orang siswa.

(4)  Pengurus OSIS terdiri dari :

  1. Ketua;
  2. Wakil Ketua;
  3. Sekretaris;
  4. Wakil Sekretaris;
  5. Bendahara;
  6. Wakil Bendahara;
  7. Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  8. Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia;
  9. Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara;
  10. Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga;
  11. Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial;
  12. Seksi Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan;
  13. Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi;
  14. Seksi Sastra dan Budaya;
  15. Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
  16. Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris;

BAB  VI  MASA JABATAN

Pasal 11

Masa jabatan anggota perwakilan kelas dan pengurus selama satu tahun, dimulai dari awal tahun pelajaran dan berakhir pada akhir tahun pelajaran.

BAB  VII  P E N U T U P

Pasal 12

(1)   Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga, atau peraturan lain yang sah.

(2)   Anggaran Rumah Tangga mengatur lebih rinci hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah  Dasar.

(3)   Anggaran Rumah Tangga disusun oleh masing-masing sekolah, dan disusun berdasarkan Anggaran Dasar.


BAB III

PROGRAM KERJA

A. Program Seksi/Bidang :

1.    Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain:

  1. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing;
  2. Memperingati hari-hari besar keagamaan;
  3. Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama;
  4. Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;
  5. Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;
  6. Mengembangkan dan memperdayakan kegiatan keagamaan di sekolah;

2.    Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia, antara lain :

  1. Penerapan tata tertib dan kultur sekolah;
  2. Mengadakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial);
  3. Penerapan norma-norma yang berlaku dan tata krama pergaulan;
  4. Menumbuhkembangkan kesadaran utk rela berkorban terhadap sesama;
  5. Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;
  6. Melaksanakan kegiatan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian, dan kerindangan);

3.    Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, antara lain :

  1. Melaksanakan upacara bendera pada hari Senin dan/atau Sabtu, serta hari-hari besar nasional;
  2. Mengadakan lomba menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars & Hymne);
  3. Melaksanakan kegiatan kepramukaan;
  4. Mengunjungi dan mempelajari tempat-tempat bernilai sejarah;
  5. Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para pahlawan;
  6. Melaksanakan kegiatan bela negara;
  7. Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara;
  8. Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara.

4.    Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga, antara lain :

  1. Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian;
  2. Menyelenggarakan kegiatan ilmiah;
  3. Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa iptek;
  4. Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar;
  5. Mendesain dan memproduksi media pembelajaran;
  6. Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian;
  7. Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah;
  8. Membentuk klub sains, seni, dan olahraga;
  9. Menyelenggarakan festival dan lomba seni;
  10. Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga;

5.    Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial, antara lain :

  1. Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masing;
  2. Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa;
  3. Melaksanakan kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional;
  4. Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat;
  5. Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato;
  6. Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;
  7. Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah;

6.    Seksi Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan, antara lain :

  1. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih berguna;
  2. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa;
  3. Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi;
  4. Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus;

7.    Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi, antara lain :

  1. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;
  2. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS);
  3. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV/AIDS;
  4. Meningkatkan kesehatan reproduksi remaja;
  5. Melaksanakan hidup aktif;
  6. Melakukan diversifikasi pangan;
  7. Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah;

8.    Seksi Sastra dan Budaya, antara lain :

  1. Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang sastra;
  2. Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya;
  3. Meningkatkan daya cipta sastra;
  4. Meningkatkan apresiasi budaya;

9.    Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), antara lain :

  1. Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran;
  2. Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi;
  3. Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan;

10) Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris, antara lain :

  1. Melaksanakan lomba debat dan pidato;
  2. Melaksanakan lomba menulis dan korespondensi;
  3. Melaksanakan English Day;
  4. Melaksanakan kegiatan berceritera dalam bahasa Inggris (Story Telling);
  5. Melaksanakan lomba puzzies words/scrabble;

B.     Strategi Pelaksanaan :

Keberhasilan OSIS sangat ditentukan oleh strategi pelaksanaan dan pembinaan dari elemen pendukungnya.

Strategi pelaksanaan OSIS dimulai dari tingkat sekolah – kabupaten/kota – provinsi, dan nasional harus berkesinambungan dan konsisten serta tidak ada tumpang-tindih program kegiatan di tingkat tersebut.

  1. 1. Di Tingkat Sekolah :

Pada tingkat sekolah, komponen-komponen yang mendukung keberhasilan OSIS, yakni kepala sekolah, guru pembina, tenaga kependidikan dan komite sekolah.

Peran Kepala Sekolah sebagai pengambil kebijakan di sekolah akan berpengaruh pada keberhasilan OSIS.

Peran kepala sekolah dapat berupa :

  • penyediaan ruang OSIS dan fasilitasnya.
  • kebijakan sekolah yang mendukung keberhasilan OSIS.
  • memberi kemudahan pada berbagai kegiatan OSIS.
  • penyertaan pengurus OSIS dalam kegiatan rapat kerja sekolah.

Peran guru pembina, antara lain:

  • Membimbing pengurus OSIS dalam berbagai Kegiatan OSIS.
  • Membantu tantangan/hambatan yang dihadapi pengurus OSIS.

Peran tenaga kependidikan, antara lain :

  • Membantu pelaksanaan kegiatan secara teknis operasional.

Peran komite sekolah, antara lain ;

  • Memberikan fasilitas baik dana maupun dukungan materi lainnya yang dibutuhkan OSIS.
  • Membantu terciptanya hubungan yang harmonis dengan orangtua siswa, atau pun pihak sponsor dalam penggalangan dana untuk kegiatan OSIS.
  1. 2. Di Tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi

Di tingkat kabupaten/kota keberhasilan OSIS juga ditunjang oleh peran aktif dari kepala dinas pendidikan tingkat kota/kabupaten/provinsi.

Peran dan kegiatan pembinaan terhadap OSIS dan guru pembina dapat berupa :

  • Pelatihan pengurus OSIS dalam kegiatan keorganisasian.
  • Kegiatan bersama antar OSIS seperti ; karya wisata, gerak jalan, napak tilas sejarah, dll.
  • Pembentukan Badan Koordinasi OSIS Tingkat Kabupaten/Kota.
  • Pelatihan ketrampilan keahlian atau kewirausahaan; seperti perbengkelan, pertanian/pertanaman/tata boga dan tata busana, dll.

  1. 3. Di Tingkat Nasional

Pada tingkat nasional keberhasilan OSIS sangat ditentukan berbagai kebijakan yang dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peranannya, antara lain ;

  • Pelatihan/TOT/Workshop/Pengurus OSIS dan Pembina OSIS seluruh Indonesia dalam hal keorganisasian OSIS.
  • Pertukaran Pengurus OSIS antar provinsi.
  • Pertukaran Pengurus OSIS dengan OSIS di tingkat regional (ASEAN ) dan internasional.
  • Pagelaran seni budaya nusantara.
  • Kerjasama dengan departemen terkait.
  • Kerjasama dengan Komnas HAM dalam kaitannya dengan desiminasi pelaksanaan HAM di Indonesia.
  • Dll.

C.     Indikator Keberhasilan

Keberhasilan kegiatan OSIS di sekolah dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain:

  1. Adanya ruang OSIS yang di dalamnya terdapat struktur organisasi dan kepengurusan OSIS, program kerja, sarana dan prasarana yang memadai serta  berbagai macam piagam penghargaan yang diperoleh sebagai hasil prestasi yang dicapai.
  2. Keterlibatan pengurus OSIS, anggota OSIS/siswa dalam berbagai kegiatan sekolah dengan masyarakat, seperti memperingati hari-hari besar nasional, macam-macam kegaiatan lomba, kegiatan sosial, seni budaya, dan sebagainya.
  3. Terselenggarakannya pelatihan kepemimpinan bagi para pengurus, perwakilan kelas, dan anggota, baik di lingkungan sekolah maupun kabupaten/provinsi.
  4. Terselenggaranya berbagai kerjasama antar sekolah dalam berbagai macam kegiatan olah raga, seni, pramuka, dan sebagainya.
  5. Terbentuknya kelompok-kelompok belajar, forum ilmiah di tingkat sekolah maupun antar sekolah.
  6. Terbinanya dengan baik pelatihan upacara bendera di sekolah.
  7. Terselenggaranya latihan/lomba baris-berbaris pada hari-hari tertentu secara terencana dan terus menerus.
  8. Dilaksanakannya materi dan jenis kegiatan pembinaan kesiswaan secara terencana dan berkelanjutan.
  9. Terbinanya hubungan yang penuh kekeluargaan antar sesama siswa, antar pejabat, hubungan dengan guru, kepala sekolah, orang tua siswa dan masyarakat.
  10. Terwujudnya sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.


BAB IV

HAMBATAN DALAM PEMBINAAN OSIS

DAN LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN

A.     Hambatan Pembinaan OSIS

1.     Kehadiran OSIS sebagai organisasi di sekolah

Kedudukan organisasi ini harus murni dari siswa untuk siswa. Sebagai bagian dari kehidupan sekolah yang intinya adalah proses belajar mengajar. Berhasil tidaknya organisasi tersebut dapat diukur dengan seberapa jauh OSIS ini dapat menunjang proses belajar mengajar dalam pencapaian tujuan pendidikan.

2.     Pengelolaan OSIS

Pengelolaan ini menyangkut segi kualitas pengelola/siswa seperti :

  1. Kepemimpinan, merupakan kemampuan dan kewibawaan menggerakkan segala sumber daya secara optimal.
  2. Manajemen, merupakan kemampuan menyusun, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan  dengan program kesiswaan;
  3. Pengetahuan dan pengalaman dalam organisasi;
  4. Kemampuan, memahami makna OSIS sebagai organisasi yang memiliki tujuan, sebagai kehidupan kelompok, memiliki sejumlah program terkoordinasi serta berkelanjutan dalam waktu tertentu;
  5. Hubungan kerjasama, baik antara sesama siswa maupun siswa dengan pembinanya.

3.     Peran OSIS dalam upaya pemantapan wawasan wiyatamandala.

Siswa dan proses belajar mengajar merupakan nafas dari kehidupan sekolah. Kelemahan  dalam segi ini merupakan kegagalan dari fungsi sekolah yang bersangkutan. OSIS sebagai organisasi siswa di sekolah harus dapat berfungsi sebagai benteng pertahanan kehidupan sekolah sebagai wawasan wiyatamandala. Untuk itu OSIS  harus memiliki kekuatan, daya tangkal terhadap pengaruh negatif  terhadap kehidupan sekolah, dan memiliki kemampuan  melaksanakan program kegiatan pembinaan kesiswaan agar dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan, yaitu terbentuknya manusia Pancasila dalam pembangunan.

4.   Pendanaan

Dana OSIS yang bersumber dari iuran komite dirasa kurang dapat menunjang pelaksanaan program OSIS. Untuk itu perlu dicari pemecahan bersama antar instansi terkait, agar dapat dihasilkan suatu mekanisme pendanaan yang lebih rasional. Dalam hal ini pemerintah daerah, sebagai pengendali pelaksanaan kegiatan di daerah sangat berperan.

5.  Pembinaan

Perlu ada pembinaan secara terus menerus, berjenjang dan dilengkapi dengan perangkat informasi (buku-buku juklak, juknis, dan lain-lain) agar ada persepsi yang sama antara para pembina dan siswa yang dibina. Setiap laporan OSIS harus dievaluasi untuk pembinaan selanjutnya.

B.   Langkah-langkah Penanggulangan

Agar OSIS dapat berfungsi dan berperan sebagaimana tersebut di atas, paling tidak ada 5 (lima) langkah pemecahannya:

  1. OSIS harus dibentuk sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan dalam arti mampu mewujudkan arti maupun peranannya sebagai suatu organisasi.
  1. Pengurus OSIS dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti :
  2. Kepemimpinannya.
  3. Kemampuan manajemen dan pengalaman dalam organisiasi.
  4. Loyalitasnya.
  5. Keteladanannya, dan kewibawaannya.
  6. Keluasan dalam wawasannya.
  7. Kemampuan berkomunikasi.
  8. Kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawab.
  9. Kejujuran dan keadilan.
  1. Agar OSIS dapat berperan dalam mendukung pencapaian tujuan kurikuler, maka perlu dilatih dan dibina dalam pelaksanaan berbagai kegiatan  ekstrakurikuler, termasuk dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pembinanan yang berkaitan dengan penyusunan program kegiatan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangannya.

4.    Untuk memecahkan masalah pendananan OSIS, program OSIS dapat dilampiri dengan saran-saran pemecahan tentang pendanaan. Saran tersebut dalam kesempatan tertentu dapat dibicarakan bersama. Tidak mungkin dapat dipecahkan sepihak oleh para pengurus OSIS. Oleh karena itu para pembina dan juga komite sekolah, melalui kepala sekolah perlu diberikan pengertian sehingga timbul kesadaran bahwa dana untuk OSIS adalah menjadi tanggung jawab bersama.

5.    Pembinaan dapat dilakukan melalui :

a.    Personilnya; dengan pelatihan-pelatihan, diskusi, rapat-rapat, dan lain sebagainya.

b.    Informasi tertulis; peraturan, juklak, juknis, surat edaran, dan lain-lain.

c.    Kegiatan terpadu yang diadakan oleh dan dengan intern sekolah, antar sekolah, dan antar sekolah dengan masyarakat.

Kegiatan ini dapat dikoordinasikan oleh sekolah yang bersangkutan,  aparat pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

6.    Para pembina hendaknya dapat menghindarkan diri dari perbuatan atau campur tangan dengan memberikan kesan menguasai, mengatur, memaksakan, dan perilaku lain yang sejenis, sehingga OSIS merasa diberikan kebebasan untuk mengeluarkan dan mengembangkan gagasan, ide sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangan mereka.

BAB V

PENUTUP

Dari keseluruhan uraian tersebut  dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

  1. OSIS merupakan organisasi resmi di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk OSIS. OSIS tidak mempunyai hubungan organisasi dengan OSIS di seolah lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
  1. OSIS sebagai suatu organisasi intra sekolah merupakan bagian internal dari kehidupan sekolah, sehingga keberadaan OSIS diharapkan mampu mendukung terwujudnya sekolah sebagai lingkungan pendidikan (wawasan wiyatamandala).
  1. Dalam menumbuhkembangkan OSIS, adalah menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah.
  1. Dalam proses tumbuh dan berkembang OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan memegang peranan yang sangat menentukan untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

Lampiran 1

BAGAN MEKANISME KERJA OSIS

KETERANGAN :

______________ : Jalur Instruksi

——————— : Jalur Koordinasi.

Lampiran 2

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI OSIS

—————–

: Kebijaksanaan

: Koordinasi Program

Lampiran 3

POLA STRUKTUR DAN SUBSTANSI PROGRAM PELATIHAN

KEPEMIMPINAN OSIS

MATA SAJIAN Bobot Pembina Pengurus Perwakilan Anggota Keterangan
Jam

**)

Materi Jam

**)

Materi Jam

**)

Materi Jam

**)

Materi
I. PROGRAM AWAL

Dinamika Kelompok

10% 4 V 4 V 4 V 4 V
II. PROGRAM DASAR

  1. Kebijakan pemerintah di bidang Pendidikan Dasar dan Menengah
  2. Kebijakan Pembinaan Kesiswaan.
  3. Undang-undang No.20 tahun 2003 (SISDIKNAS)
10% 2

2

2

V

V

V

2 V 2 V 2 V
III.PROGRAM INTI.

  1. Kepemimpinan (pendekatan sifat, prilaku, kontingensi).
  2. Komunikasi
  3. Motivasi
  4. Pengambilan Keputusan
  5. Tata Krama
  6. Prilaku organisasi
50% 6

6

4

-

4

-

V

V

V

V

V

V

6

4

4

4

-

4

V

V

V

V

V

V

6

4

4

4

-

4

V

V

V

V

V

V

6

4

4

4

-

4

V

V

V

V

V

V

IV PROGRAM PENDUKUNG.

  1. OSIS
  2. Latihan Kepemimpinan
  3. Ekstrakurukuler
  4. Wawasan Wiyatamandala
  5. Baris Berbaris
  6. Upacara Bendera
  7. Lagu-lagu Kebangsaan
20% 2

2

2

2

4

4

4

V

V

V

V

V

V

V

4

4

4

4

6

6

6

V

V

V

V

V

V

V

4

4

4

4

6

6

6

V

V

V

V

V

V

V

4

4

4

4

6

6

6

V

V

V

V

V

V

V

V. STUDI LAPANGAN DAN PENUGASAN *) 10%
JUMLAH 100% 62 62 62 62

**) 45 Menit

*)  Disesuaikan dengan kebutuhan.

Lampiran 4

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Pembina OSIS

No Waktu KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7
1 04.00 – 04.30 IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH
2 04.30 – 05.00 SKJ SKJ SKJ SKJ SKJ
3 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
4 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
5 06.30 – 07.00 PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN
6 07.00 – 07.45 MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI
7 07.45 – 08.00 APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI
8 08.00 – 09.30 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS(III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
9 09.30 – 11.00 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS (III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A (IV/6)
10 11.00 – 11.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
11 11.15 – 12.45 JAKTAH BINWA (II/I) KEPEMIMPINAN(III/I) TATA KRAMA (III/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
12 12.45 – 14.00 MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG
13 14.00 – 15.30 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI(III/2) EKS.KUR(IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
14 15.30 – 17.00 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI(III/2) EKS.KUR(IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
15 17.00 – 17.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
16 17.15 – 19.00 MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM
17 19.00 – 20.30 WWM (IV/4) MOTIVASI(III/3) LATPINWA(IV/2) LATPINWA(IV/2) PENUTUPAN
18 20.30 – 22.00 WWM (IV/4) MOTIVASI9III/3) LATPINWA(IV/2) MENYUSUN LAPORAN

Catatan:  MIKAPOK =Dinamika Kelompok;JAKTAH DIKDASMEN = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen;JAKTAH BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan  Kesiswaan; EKSKUR = Ekstrakurikuler; WWM= Wawasan Wiyatamandala; BILTUS = Pengambilan Keputusan; PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP = Studi Lapangan

Lampiran 5

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Pengurus OSIS

No Waktu KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7
1 04.00 – 04.30 IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH
2 04.30 – 05.00 SKJ SKJ SKJ SKJ SKJ
3 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
4 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
5 06.30 – 07.00 PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN
6 07.00 – 07.45 MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI
7 07.45 – 08.00 APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI
8 08.00 – 09.30 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS (III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
9 09.30 – 11.00 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS (III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
10 11.00 – 11.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
11 11.15 – 12.45 JAKTAH BINWA (II/I) KEPEMIMPINAN (III/I) TATA KRAMA (III/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
12 12.45 – 14.00 MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG
13 14.00 – 15.30 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI (III/2) EKS.KUR (IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
14 15.30 – 17.00 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI (III/2) EKS.KUR (IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAHU (IV/7)
15 17.00 – 17.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
16 17.15 – 19.00 MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM
17 19.00 – 20.30 WWM (IV/4) MOTIVASI (III/3) LATPINWA (IV/2) LATPINWA(IV/2) PENUTUPAN
18 20.30 – 22.00 WWM (IV/4) MOTIVASI (III/3) LATPINWA (IV/2) MENYUSUN LAPORAN

Catatan :  MIKAPOK =Dinamika Kelompok; JAKTAH DIKDASMEN =Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen; JAKTAH BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan  Kesiswaan; EKSKUR = Ekstrakurikuler; WWM = Wawasan Wiyatamandala;BILTUS = Pengambilan Keputusan;PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP = Studi Lapangan

Lampiran 6

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Perwakilan OSIS

No Waktu KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7
1 04.00 – 04.30 IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH
2 04.30 – 05.00 SKJ SKJ SKJ SKJ SKJ
3 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
4 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
5 06.30 – 07.00 PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN
6 07.00 – 07.45 MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI
7 07.45 – 08.00 APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI
8 08.00 – 09.30 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS(III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
9 09.30 – 11.00 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS(III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
10 11.00 – 11.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
11 11.15 – 12.45 JAKTAH BINWA (II/I) KEPEMIMPINAN(III/I) TATA KRAMA(III/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU(IV/7)
12 12.45 – 14.00 MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG
13 14.00 – 15.30 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI(III/2) EKS.KUR(IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU(IV/7)
14 15.30 – 17.00 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI(III/2) EKS.KUR(IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAHU(IV/7)
15 17.00 – 17.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
16 17.15 – 19.00 MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM
17 19.00 – 20.30 WWM (IV/4) MOTIVASI(III/3) LATPINWA(IV/2) LATPINWA(IV/2) PENUTUPAN
18 20.30 – 22.00 WWM (IV/4) MOTIVASI9III/3) LATPINWA(IV/2) MENYUSUN LAPORAN

Catatan:  MIKAPOK = Dinamika Kelompok; JAKTAH DIKDASMEN = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen; JAKTAH    BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan Kesiswaan; EKSKUR= Ekstrakurikuler; WWM= Wawasan Wiyatamandala; BILTUS = Pengambilan Keputusan; PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP – Studi Lapangan

Lampiran 7

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Anggota OSIS

No Waktu KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7
1 04.00 – 04.30 IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH IBADAH
2 04.30 – 05.00 SKJ SKJ SKJ SKJ SKJ
3 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
4 05.00 – 06.30 PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5) PBB (IV/5)
5 06.30 – 07.00 PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN PERSIAPAN
6 07.00 – 07.45 MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI MAKAN PAGI
7 07.45 – 08.00 APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI APEL PAGI
8 08.00 – 09.30 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS(III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
9 09.30 – 11.00 MIKAPOK (I/I) KEPEMIMPINAN (III/I) BILTUS(III/4) STU.LAP(IV/I) U P R A(IV/6)
10 11.00 – 11.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
11 11.15 – 12.45 JAKTAH BINWA (II/I) KEPEMIMPINAN(III/I) TATA KRAMA(III/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
12 12.45 – 14.00 MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG MAKAN SIANG
13 14.00 – 15.30 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI(III/2) EKS.KUR(IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
14 15.30 – 17.00 OSIS (IV/I) KOMUNIKASI(III/2) EKS.KUR(IV/5) STU.LAP(IV/I) LAGU-LAGU (IV/7)
15 17.00 – 17.15 KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN KUDAPAN
16 17.15 – 19.00 MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM MAKAN MALAM
17 19.00 – 20.30 WWM (IV/4) MOTIVASI (III/3) LATPINWA(IV/2) LATPINWA(IV/2) PENUTUPAN
18 20.30 – 22.00 WWM (IV/4) MOTIVASI (III/3) LATPINWA(IV/2) MENYUSUN LAPORAN

Catatan:    MIKAPOK = Dinamika Kelompok; JAKTAH DIKDASMEN = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen; JAKTAH BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan Kesiswaan; EKSKUR= Ekstrakurikuler; WWM= Wawasan Wiyatamandala; BILTUS = Pengambilan Keputusan;PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP – Studi Lapangan

Contoh:

Lampiran 8

KURIKULUM LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS

DI SEKOLAH

No. MATERI SAJIAN ALOKASI JAM WAKTU PENYAJI MATERI
A. KELOMPOM UMUM 8 16 %
1. Wawasan Wiyatamandala dan Ketahanan Sekolah 2 Kepala Sekolah
2. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara 4 Guru PPKn
3. Pembinaan Kerukunan Hidup beragama 2 Tokoh Masyarakat
B. KELOMPOK INTI 22 46 %
1. Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Siswa 2 Guru /Pembina OSIS
2. Administrasi dalam  Keorganisasian OSIS 2 Pengurus OSIS
3. Struktur, Fungsi dan Tugas OSIS 2 Guru/Pembina OSIS
4. Teori dan Praktik PBB 4 Guru Penjaskes
5. Metode Komunikasi Massa 2 Guru
6. Motivasi Berorganisasi 2 Guru /Pembina OSIS
7. Metode Diskisi Kelompok 4 Guru
8. Tata Krama Siswa 2 Guru Agama
9. Pengelolaan Koperasi Sekolah 2 Pengurus Koperasi
C. KELOMPOK PENUNJANG 18 38 %
1. Diskusi Kelompok 5 Kelompok
2. Bakti Sosial /Pengenalan Lingkungan Masyarakat Sekitar 5 Peserta
3. Renungan Suci / Jiwa 4 Panitia
4. Pembukaan dan Penutupan 2 Panitia
5. Pre Test dan Post Test 2 Panitia
JUMLAH 48 100 %

Contoh : Lampiran 9

DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI PROVINSI DKI JAKARTA

SMA NEGERI 80 JAKARTA

Jl.Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tg.Priok. Telp. 64716130 – 65301151

JAKARTA UTARA

KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH

Nomor :     228 /1.851.3/2008

Tentang

SUSUNAN PERWAKILAN KELAS, PENGURUS OSIS, DAN PEMBINA OSIS

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 80 JAKARTA

Menimbang : a. bahwa organisasi resmi di sekolah  adalah OSIS

b.  bahwa Penanggung Jawab Pembina OSIS di sekolah ini adalah                               Kepala Sekolah dibantu oleh guru sebagai pembina OSIS.

c. bahwa agar OSIS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya, maka perlu mensyahkan dan melantik perwakilan kelas, pengurus OSIS untuk masa jabatan tahun pelajaran 2005/2006

Mengingat :     1.   Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional.

  1. Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005; tentang Guru dan Dosen.
  2. Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan
  3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

Memperhatikan : Hasil Rapat Perwakilan kelas tanggal  6 Agustus  2008

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Susunan Perwakilan Kelas, sebagai berikut:

Kelas X-1               :    1. RIDWAN DAFRI.

2. SISCA MARLINA ELISABETH HUTAJULU.

Kelas X-2               :    1. ALFIAN YULIANDI.

2. SITI NURWATI.

Kelas X-3               :    1. MUHAMMAD INDRA ADININGRAT

2. DIAN RUSDIANA.

Kelas I-4                :    1. SYA’KI ARYA.

2. ALFINA SYAFRIDA.

Kelas X-5               :    1. MUHAMMAD ABI FERDIAN YUSUF SALIM.

2. RIFANI SILUMAYANA PUTRI.

Kelas X-6               :    1. AGUS SUSILO.

2. PUTRI MARDINI SAID.

Kelas X-7               :    1. MUHAMMAD FADHLI

2.  KIANDRO YUVIE PRADIZA

Kelas XI IPA-1     :    1. TEJO ARIMUKTI.

2.  NURHASANAH.

Kelas XI IPA-2     :    1. PANJI PARIKESIT.

2. NAOUMI NURHAYATI.

Kelas XI IPA-3     :    1. MUHAMMAD ZONA HAMSYA

2. SAEKAH.

Kelas XI IPS-1      :    1. WAHYU PRATAMA.

2. DWEI AYU SASMAWATI.

Kelas XI IPS-2      :    1. RESPATI ADITYANANTO.

2. DENNI SUHARTINI.

Kelas XI IPS-3      :    1. DEWA PRATAMA.

2. ANITA ROSABELA.

Kelas III IPA-1     :    1. MUHAMMAD RAHMAN.

2. APRINAH.

Kelas III  IPA-2    :    1. ZINAR RAHMAN.

2. RATNA RAHMAWATI.

Kelas III IPA-3     :    1. BUDIMAN.

2. RINA VERAWATI.

Kelas III IPS-1      :    1. FAJLI NAZARUDDIN.

2. MARDIAH FADZRINA.

Kelas III IPS-2      :    1.  DEKA HERMANTO.

2. WINDY ANGGRAINI.

Kelas III IPS-3      :    1. JUAN AKMAL KASHOGI

2. RISMAWATI SAID.

Kelas III IPS-4      :    1. REGENT SEA ZAM-ZAM.

2. CARDINA SEBTA KOMALA.

Kedua : Susunan Pengurus, sebagai berikut:

1. K e t u a                 :    YOGI ARI WIBOWO.

2. Wakil Ketua           :    JUNASA ANDHIKA IMANUDDIN.

3. Sekretaris                :    RITA FERDIANTY.

4. Wakil Sekretaris     :    DANELA OKTAVIANI.

5. Bendahara              :    NOVITASARI.

8. Wakil Bendahara   :  DESVITA ASTERINA SARI.

Ketiga             : Ketua Seksi/Bidang, terdiri dari :

  1. Ketua Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: M. KHAMBALI
  2. Ketua Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia: ABDURRAHMAN
  3. Ketua Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara: HARI SUGIHARTO
  4. Ketua Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga: ALEX FIRNGADI
  5. Ketua Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial: ROSYID BURHANUDDIN
  6. Ketua Seksi Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan: WIJI PRASETYA
  7. Ketua Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi: FONDA AMBITASARI
  8. Seksi Sastra dan Budaya: DEVITA ANDINI
  9. Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): RIZAL ALFIAN
  10. Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris: YUNI AMBARSARI

Keempat        : Susunan Pembina OSIS

1. Dra. SRI AYU UTAMI, M.M   :    Ketua Pembina/Kepala Sekolah

2. Drs. NIS PURWANTO              :    Wakil Ketua Pembina/Wakil Kesiswaan.

3. MUH. ROJI, S.Pd                      :    Pembina OSIS

4. JAFAR SOBARI, S.Pd              :    1. Pembina Seksi Keimanan dan

Ketaqwaan terhadap Tuhan YME

2. Pembina Seksi Budi Pekerti

Luhur/Akhlak Mulia

5.  BUDI ASTUTI, S.Pd.                :    1. Pembina Kepribadian Unggul,

Wawasan Kebangsaan dan Bela

Negara

2. Pembina Seksi Prestasi Akademik,

Seni, dan/atau Olahraga

6. DIDIK NURHAYAT , S.Pd     :    1. Pembina Seksi Demokrasi, HAM,

Pendidikan Politik, Lingkungan

Hidup, Kepekaan dan Toleransi

Sosial

2. Pembina Seksi Kreativitas,

Keterampilan dan Kewirausahaan

7. Drs. DJOKO IRAWAN             :    1. Pembina Seksi Kualitas Jasmani,

Kesehatan dan Gizi

2. Pembina Seksi Sastra dan Budaya

8. SULAKSONO, S.Pd                 :    1. Pembina Seksi Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK)

2. Pembina Seksi Komunikasi dalam

Bahasa Inggris

Kelima :    Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Jakarta

Pada Tanggal :   13 Agustus 2008

Kepala SMA Negeri 80 Jakarta

Dra. SRI AYU UTAMI, M. M

NIP. : 131625834

Tembusan :

  1. Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta
  2. Kepala Suku Dinas Dikmenti Kota Jakarta Utara
  3. Yang Bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan
  4. A r s i p.

Contoh Lampiran 10

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

Jl. Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tg.Priok. Telp. 64716130 – 65301151

JAKARTA UTARA

PENDAHULUAN

Program kerja merupakan acuan untuk melaksanakan suatu kegiatan. Setiap aktivitas selalu didahului dengan rencana kegiatan (program kerja). OSIS sebagai suatu organisasi juga memiliki kegiatan yang telah terprogram. Hal ini dimaksudkan agar seluruh aktivitas  OSIS dapat terarah  sesuai dengan program yang telah dirumuskan.

Program kerja OSIS merupakan suatu uraian yang terdiri dari berbagai macam kegiatan OSIS yang akan dilaksanakan oleh para pengurus OSIS dan para siswa SMA Negeri 80 yang tergabung dalam wadah organisasai OSIS SMA Negeri 80 Jakarta. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan tempat berkreasinya para siswa melalui berbagai macam kegiatan yang ada dalam program OSIS.

Untuk tahun 2009/2010 OSIS SMA Negeri 80 Jakarta mengembangkan 10 aktivitas kegiatan utama yang terprogram dalam kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 80 melalui program  OSIS SMA Negeri 80, yaitu:

  1. Kegiatan OSIS dalam bidang kesiswaan.
  2. Kegiatan Pembinaan Rohani Islam (ROHIS)
  3. Kegiatan Pembinaan Rohani Kristen (ROKRIS)
  4. Kegiatan Olah raga : a.      Bola volly

b. Sepak Bola

c. Basket

d. Taek Wondo

e. Pencak Silat.

  1. Kegiatan Kesenian     : a. Paduan Suara (Vokal Group)

b. Teater (Drama)

  1. Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
  2. Kegiatan Pecinta Alam Delapan Puluh (Pladel)
  3. Kegiatan Palang Merah Remaja (PMR)
  4. Kegiatan PASKIBRA
  5. Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Dari kegiatan-kegiatan  tersebut, maka diharapkan para siswa SMA Negeri 80 mampu menyalurkan bakat dan kreativitasnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.

1. DASAR PEMIKIRAN.

Dasar pemikiran disusnnya program kerja OSIS ini adalah :

  1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005; tentang Guru dan Dosen.
  3. Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
  1. 2. TUJUAN

Tujuan dari program kerja ini adalah :

  1. Agar seluruh kegiatan siswa dapat dilaksanakan secara terarah dan terprogram.
  2. Agar sasaran dan target yang ingin di capai dalam suatu kegiatan dapat terukur dan diketahui tingkat keberhasialnya.
  3. Agar menjadi dasar pijakan dalam melaksanakan suatu kegiatan.
  1. 3. SASARAN

Sasaran dari program kerja OSIS ini adalah  seluruh siswa SMA Negeri 80 dan para pengurus OSIS SMA Negeri 80 Jakarta.

Contoh Lampiran 11

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

Jl. Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tg. Peiok, Telp: 64716130 – 6530151

JAKARTA UTARA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

PEMBUKAAN

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Easa,

Bahwa sesungguhnya ilmu itu merupakan salah satu Karunia Tuhan yang harus diamalkan untuk membawa manusia ke arah kebahagiaan hidup.

Bahwa bangsa Indonesia dengan kemerdekaan telah memperoleh kesempatan dan waktu yang seluas-luasnya untuk mencari, menggali, dan mendalami ilmu pengetahuan menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab mendidik, membina, melatih, dan membekali para siswa sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dan usaha menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila.

Bahwa para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, sadar akan kewajiban, peranan, dan tanggung jawabnya terhadap dirinya sendiri, keluarga, bangsa, dan negara dalam rangka pengabdiannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Maka kami para Siswa SMA Negeri 80 Jakarta menghimpun diri dalam satu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang disusun dalam Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga sebagai berikut:

BAB I

UMUM

Pasal 1

Nama, Waktu, dan Tempat Kedudukan

  1. Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Negeri 80 Jakarta disebut OSIS SMA Negeri 80 Jakarta
  2. Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.
  3. OSIS SMA Negeri 80 berkedudukan di SMA Negeri 80 Jakarta, Jalan Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pasal 2

Dasar dan Asas

  1. Organisasi ini berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Organisasi ini berdasarkan kekeluargaan dan kegotong-royongan.

Pasal 3

T u j u a n

  1. Orgasisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, kepribadian dan budi luhur.
  2. Organisasi ini bertujuan melibatkan siswa dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara serta pelaksanaan pembangunan nasional.
  3. Organisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk pengembangan kepemimpinan.

Pasal 4

Sifat Organisasi

Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu-satunya wadah yang menampung kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menunjang kurikulum yang sah mewakili siswa dari sekolah tersebut.

Pasal 5

Bentuk Organisasi

Organisasi ini berbentuk kesatuan

Pasal 6

L a m b a n g

Lambang OSIS bersifat nasional dan digunakan bersama-sama dengan lembaga sekolah lainnya.

Pasal 7

Keanggotaan

  1. Anggota organisasi ini adalah siswa SMA Negeri 80 Jakarta.
  2. Keanggotaan berakhir apabila siswa tidak menjadi siswa lagi atau meninggal dunia.

Pasal 8

Hak dan Kewajiban Anggota

Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS.

Pasal 9

K e u a n g a n

Keuangan organisasi ini diperoleh dari iuran anggota yang besarnya ditentukan melalui pengurus OSIS  lengkap dan sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat serta usaha-usaha lain yang sah.

BAB II

Pasal 10

Perangkat Organisasi

Perangkat Organisasi terdiri dari :

  1. Musyawarah Perwakilan Kelas, disingkat MPK
  2. Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah.
  3. Majelis Pembimbing OSIS, disingkat MBO.

BAB III

Pasal 11

Musyawarah Perwakilan Kelas

  1. Anggota-anggota MPK adalah merupakan perwakilan kelas, sehingga setiap kelas dari sekolah yang bersangkutan memiliki wakilnya yang duduk dalam MPK
  2. Sebelum sah menjadi anggota MPK, setiap anggota harus mengucapkan janji secara sungguh-sungguh di hadapan kepala sekolah atau dihadapan pejabat yang ditunjuk/dikuasakan oleh kepala sekolah untuk mengambil janji.
  3. Perumusan bunyi janji diatur tersendiri secara nasional.
  4. MPK bertanggung jawab kepada kepala sekolah.

Pasal 12

MPK menetapkan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Garis-Garis Besar Program Kegiatan (GBPK) OSIS di sekolah dan disahkan oleh kepala sekolah.

BAB IV

Pasal 13

Pengurus OSIS

  1. OSIS dipimpin oleh seorang Ketua dengan dibantu oleh seorang wakil ketua yang disebut MITRATAMA dan MITRAMUDA.
  2. Ketua dan Wakil Ketua OSIS harus warga negara Indonesia yang duduk di kelas X dan XI dan tidak kelas terakhir.
  3. Ketua dan Wakil Ketua OSIS dipilih oleh MPK dengan suara terbanyak.
  4. Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan kepada MPK dalam suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK
  5. Pengurus OSIS menunjuk wakilnya untuk duduk di dalam MPO dengan surat ketetapan kepala sekolah.

Pasal 14

  1. Ketua dan wakil ketua OSIS bekerja menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  2. Dalam melakukan kewajiban ketua dan wakil ketua OSIS dibantu oleh para pembantunya.
  3. Ketua dan wakil ketua OSIS memegang jabatannya selama satu tahun.
  4. Di dalam melaksanakan tugasnya pengurus OSIS dibimbing oleh pembimbing.

Pasal 15

  1. Ketua dan wakil ketua OSIS mendapat petunjuk pelaksanaan untuk menjalankan peraturan sebagaimana mestinya.
  2. Ketua dan Wakil Ketua OSIS di dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dibimbing oleh pembimbing.

Pasal 16

Jika Ketua dan Wakil Ketua OSIS meninggal dunia, berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh anggota pengurus lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.

Pasal 17

Sebelum memangku jabatannya, Ketua dan Wakil Ketua OSIS mengucapkan janji dengan sungguh-sungguh dengan tuntunan Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing dihadapan sidang Lengkap MPK sebagai berikut :

JANJI KETUA DAN WAKIL KETUA

Atas dasar kehormatan, kami berjanji :

  1. Akan menjalankan kewajiban selaku Ketua dan/atau Wakil Ketua  dengan sungguh-sungguh.
  2. Akan menjalankan semua ketentuan yang berlaku sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dengan penuh tanggung jawab sebagai amal bakti kami kepada sekolah, bangsa dan negara.
  3. Akan menjalankan tugas kami dengan jiwa persatuan dan kesatuan atas dasar kekeluargaan demi tercapainya tujuan organisasi kami.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridoi janji kami ini dengan taufiq dan hidayah-Nya.

Pasal 18

Ketua OSIS mengangkat dan memberhentikan pembantunya atas persetujuan Kepala Sekolah.

BAB V

Pasal 19

Majelis Pembimbing OSIS

  1. Majelis Pembimbing OSIS merupakan badan pembimbing OSIS yang beranggotakan guru-guru yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
  2. Majelis Pembimbing OSIS dipimpin/diketuai oleh Kepala Sekolah.

Pasal 20

Majelis pembimbing wajib memberikan pembimbingan secara terus-menerus kepada OSIS dalam melaksanakan tugasnya.

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 21

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam peraturan lain yang sah.

Jakarta, 6 November 2008

PENGURUS OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

PERIODE 2005-2006

K e t u a                                                                                                S e k r e t a r i s

YOGI ARI WIBOWO. RITA FERDIANTY

NIS. : 4410                                                                                         NIS. : 4464

Mengetahui

Kepala SMA Negeri 80 Jakarta                                              Pembina OSIS SMA Negeri 80

Dra. SRI AYU UTAMI, M.M.                                                   MUH. ROJI, S.Pd

NIP.: 131425834                                                                  NIP. : 132254594

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Sejarah Pembentukan OSIS

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah  tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi siswa yang bermacam ragam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang  hanya dibentuk bersifat intern sekolah, dan ada organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah kepada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan oerganisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Sebagai akibat dari keadaan di atas timbul loyalitas ganda, di satu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedangkan di pihak lain harus tunduk pada organisasi siswa yang dikendalikan dari luar.

Dalam keadaan yang demikian dapat dibayangkan, berapa banyak macam ragam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi di luar sekolah.

Pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa di Jakarta yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa di sekolah masing-masing, maka diberikan arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembinaan kesiswaan.

Pembinanan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idelaisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.

Oleh karena itu pembangunan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara terarah dan teratur.

Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan “OSIS’ sebagai organisasi kesiswaan dan OSIS organisasi resmi di sekolah.

Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok:

1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai pengaruh negatif dari luar sekolah.

2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.

3. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pikiran dan gagasan dalam usaha untuk lebih mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.

B.        Dasar Hukum

1.    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496);

2.    Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

3.    Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah.

4.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;

5.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan

6.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

C. Tujuan

Tujuan penulisan buku  “Pedoman Pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah”  antara lain :

a. Melengkapi hal-hal yang belum dimuat di dalam buku yang diterbitkan lebih dahulu.

b. Dapat lebih memperjelas pengertian, makna, tujuan dan hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan Organisasi Siswa Intra Sekolah secara benar dan baik.

c. Dapat membantu para pendidik, tenaga kependidikan dan orangtua, serta masyarakat baik di pusat maupun di daerah untuk lebih memahami betapa pentingnya keberadaan OSIS di sekolah.

d. Dapat dijadikan pedoman untuk pembinaan kegiatan ekstrakurikuler siswa dalam lingkungan sekolah.

BAB II

PENGERTIAN, FUNGSI , TUJUAN DAN STRUKTUR OSIS

Dalam upaya mengenal, memahami, dan mengelola Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu kejelasan mengenai Pengertian,  Fungsi dan  Tujuan  serta Struktur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Dengan mengetahui pengertian,  fungsi dan tujuan serta struktur OSIS yang jelas, maka akan membantu para pembina, pengurus, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

A.     Pengertian OSIS, meliputi :

1.       Secara Semantis

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah berbentuk organisasi siswa intra sekolah dan merupakan organisasi resmi di sekolah.

OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian :

a. Organisasi

Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

b. Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

c. Intra, berarti terletak di dalam. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.

d. Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat.

2.    Secara Organisatoris

OSIS merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan organisasi kesiswaan di sekolah lain dan tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

3.    Secara fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, khususnya di bidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai jalur pembinaan kesiswaan.

4.       Secara Sistemik

Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu sistem, dimana para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan.

Oleh karena OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok yaitu :

a. berorientasi pada tujuan,

b. memiliki susunan kehidupan kelompok,

c. memiliki sejumlah peranan,

d. terkoordinasi,

e. berkelanjutan dalam waktu tertentu.

B.     Fungsi

Salah satu ciri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. Demikian pula OSIS sebagai suatu organisasi memiliki beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.

Sebagai jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah :

1.     Sebagai Wadah

Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya organisasi siswa yang resmi di sekolah dan sebagai wadah kegiatan para siswa di sekolah dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.

2.     Sebagai Motivator

Motivator adalah pendorong lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.

OSIS  sebagai motivator berperan untuk menggali minat dan bakat siswa  serta mengembangkannnya melalui kegiatan-kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.

3.     Sebagai Preventif

Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu mengadaptasi dengan lingkungan, seperti menyelelsaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman yang datang dari  dalam maupun dari luar. Fungsi preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan.

C.     Tujuan

Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antara lain :

1.     Memahami,  menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai  dalam mengambil keputusan yang tepat.

2.     Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa.

3.     Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi.

4.     Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis.

5.     Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual.

6.     Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

D.     Perangkat OSIS

Perangkat OSIS terdiri dari Pembina OSIS, Perwakilan Kelas, dan Pengurus OSIS.

1.   Pembina OSIS

a.   Pembina OSIS terdiri dari :

1) Kepala Sekolah, sebagai Ketua

2) Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, sebagai Wakil Ketua.

3) Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang dan dapat bergantian setiap tahun pelajaran.

b.  Rincian Tugas

1) Kepala Sekolah sebagai ketua:

a) Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan. pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

b) Memberikan nasehat kepada perwakilan kelas dan pengurus;

c) Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan surat Keputusan Kepala Sekolah;

d) Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan surat keputusan Kepala Sekolah;

e) Mengarahkan penyusunan Anggaran Rumah tangga dan Program Kerja OSIS

f) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS

2) Wakil Kepala Sekolah. sebagai Wakil Ketua.

a) Bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan pengelolaan. pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

b) Memberikan bimbingan dan latihan kepada perwakilan kelas dan pengurus;

c) Menyusun dan memproses rekruitmen keanggotaan perwakilan kelas untuk ditindaklanjuti dengan  Surat Keputusan Kepala Sekolah;

d) Memfasilitasi pengesahan dan pelantikan pengurus OSIS oleh Kepala Sekolah;

e) Memfasilitasi dan membimbing penyusunan Anggaran Rumah tangga dan Program Kerja OSIS

f) Memfasilitasi dan membina  penyusunan Program Kerja OSIS

g) Memfasilitasi dan membina  pelaksanaan Program Kerja OSIS

h) Menghadiri rapat-rapat OSIS

i) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS  secara berkala setiap 3 bulan sekali

j) Memberikan laporan seluruh kegiatan OSIS secara berkala setiap bulan kepada kepala sekolah (Program yang dilaksanakan serta daftar hadir kegiatan serta sasaran yang dicapai).

3) Guru, sebagai anggota,

a) Bertanggung jawab atas seluruh operasional pelaksanaan pengelolaan. pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

b) Memberikan bimbingan dan latihan kepada perwakilan kelas dan pengurus;

c) Membantu wakasek kesiswaan menyusun dan memproses rekruitmen keanggotaan perwakilan kelas untuk ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;

d) Membantu dan memfasilitasi pelaksanaan pengesahan dan pelantikan pengurus OSIS oleh Kepala Sekolah;

e) Memfasilitasi dan membina secara teknis penyusunan Anggaran Rumah tangga dan Program Kerja OSIS

f) Memfasilitasi dan membina  secara teknis pelaksanaan Program Kerja OSIS

g) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengurus OSIS  secara berkala setiap 3 bulan sekali

h) Memberikan laporan seluruh kegiatan OSIS secara berkala  setiap bulan kepada wakil kepala sekolah (Program yang dilaksanakan serta daftar hadir kegiatan serta sasaran yang dicapai).

2.   Perwakilan Kelas

a.   Terdiri atas 2 (dua) orang dari setiap kelas.

b.   Rincian Tugas

1) Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas;

2) Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS.

3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas;

4) Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan;

5) Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir jabatannya;

6) Mempertanggungjawabkan segala tugas kepada Kepala Sekolah selaku Ketua Pembina;

7) Bersama-sama pengurus menyusun Anggaran Rumah Tangga.

3.   Pengurus OSIS

a.      Syarat Pengurus OSIS

1) Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

2) Memiliki budi pekerti dan sopan santun.

3) Memiliki bakat sebagai pemimpin;

4) Tidak terlibat penyalahgunaan Narkoba.

5) Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai;

6) Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS;

7) Pengurus dicalonkan oleh Perwakilan Kelas;

8) Tidak duduk di kelas terakhir.

9) Syarat lain disesuaikan dengan ketentuan sekolah.

b.      Kewajiban Pengurus OSIS

1) Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga OSIS;

2) Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan, dan martabat sekolahnya;

3) Kepemimpinan pengurus OSIS bersifat kolektif;

4) Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pembina OSIS dan tembusannya kepada Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya;

5) Selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Pembina OSIS.

c.      Struktur dan Rincian Tugas Pengurus OSIS

1)   Ketua

a) Memimpin organisasi dengan baik dan bijakana;

b) Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan;

c) Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan;

d) Memimpin rapat;

e) Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat;

f) Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.

2)   Wakil Ketua

a)Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan;

b) Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan;

c)Menggantikan ketua jika berhalangan;

d) Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya;

e)Bertanggung jawab kepada ketua;

f) Wakil ketua bersama dengan wakil sekretaris mengkoordinasikan  seksi-seksi.

3)   Sekretaris

a)   Memberi saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan;

b)   Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat;

c)   Menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan;

d)   Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan;

e)   Bersama ketua menandatangani setiap surat;

f)   Bertanggung jawab atas tertib adminsitrasi organisasi;

g)   Bertindak  sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris.

4)   Wakil Sekretaris

a) Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris;

b) Menggantikan sekretaris jika sekretaris berhalangan;

c) Wakil sekretaris membantu wakil ketua mengkoordinir seksi-seksi.

5)   Bendahara dan wakil Bendahara

a) Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukkan pengeluaran uang/biaya yang diperlukan;

b) Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan/pengeluaran uang untuk pertanggungjawaban;

c)  Bertanggungjawab atas inventaris dan perbendaharaan;

d) Menyampaikan laporan keuangan secara berkala.

6)   Ketua Seksi

a)   Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan seksi yang menjadi tanggungjawabnya.

b)   Melaksanakan kegiatan seksi yang telah diprogramkan.

c)   Memimpin rapat seksi;

d)   Menetapkan kebijaksanaan seksi dan mengambil keputusan, berdasarkan musyawarah dan mufakat;

e)   Menyampaikan laporan, pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan seksi kepada ketua melalui koordinator.

d.   Pokok-pokok kegiatan Seksi

1)   Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain :

a) Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing;

b) Memperingati hari-hari besar keagamaan;

c) Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama;

d) Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;

e) Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;

f) Mengembangkan dan memperdayakan kegiatan keagamaan di sekolah;

g) Kegiatan lainnya.

2)   Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia, antara lain :

a) Melaksanakan tata tertib dan kultur sekolah;

b) Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial);

c) Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tata krama pergaulan;

d) Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama;

e) Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;

f) Melaksanakan kegiatan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian, dan kerindangan);

g) Kegiatan lainnya.

3)   Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, antara lain :

a) Melaksanakan upacara bendera pd hari Senin dan/atau Sabtu, serta hari-hari besar nasional;

b) Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars & Hymne);

c) Melaksanakan kegiatan kepramukaan;

d) Mengunjungi dan mempelajari tempat-tempat bernilai sejarah;

e) Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para pahlawan;

f) Melaksanakan kegiatan bela negara;

g) Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara;

h) Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara.

i) Kegiatan lainnya.

4)   Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga, antara lain :

a) Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian;

b) Menyelenggarakan kegiatan ilmiah;

c) Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa iptek;

d) Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar;

e) Mendesain dan memproduksi media pembelajaran;

f) Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian;

g) Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah;

h) Membentuk klub sains, seni, dan olahraga;

i) Menyelenggarakan festival dan lomba seni;

j) Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga;

k) Kegiatan lainnya.

5)   Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial, antara lain :

a) Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masing;

b) Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa;

c) Melaksanakan kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional;

d) Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat;

e) Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato;

f) Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;

g) Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah;

h) Kegiatan lainnya.

6)   Seksi Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan, antara lain :

a) Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih berguna;

b) Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa;

c) Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi;

d) Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus;

e) Kegiatan lainnya.

7)   Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi, antara lain :

a) Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;

b) Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS);

c) Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV/AIDS;

d) Meningkatkan kesehatan reproduksi remaja;

e) Melaksanakan hidup aktif;

f) Melakukan diversifikasi pangan;

g) Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah;

h) Kegiatan lainnya.

8)   Seksi Sastra dan Budaya, antara lain :

a) Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang sastra;

b) Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya;

c) Meningkatkan daya cipta sastra;

d) Meningkatkan apresiasi budaya;

e) Kegiatan lainnya.

9)   Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), antara lain :

a) Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran;

b) Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi;

c) Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan;

d) Kegiatan lainnya.

10)    Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris, antara lain :

a) Melaksanakan lomba debat dan pidato;

b) Melaksanakan lomba menulis dan korespondensi;

c) Melaksanakan English Day;

d) Melaksanakan kegiatan berceritera dalam bahasa Inggris (Story Telling);

e) Melaksanakan lomba puzzies words/scrabble;

f) Kegiatan lainnya.

Pokok-pokok kegiatan seksi tersebut di atas dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah dan sekolah masing-masing.

E. Forum Organisasi

1. Rapat-rapat

a. Rapat Pleno Perwakilan Kelas adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota perwakilan kelas.

Rapat ini diadakan untuk :

1) Pemilihan pimpinan rapat perwakilan kelas yang terdiri dari seorang ketua, seorang wakil ketua, dan seorang sekretaris;

2) Pencalonan pengurus

3) Memimpin pelaksanaan pemilihan pengurus OSIS;

4) Penilaian laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatannya;

5) Acara, waktu, dan tempat rapat dikonsultasikan dengan Ketua Pembina.

b. Rapat Pengurus

1) Rapat pleno pengurus adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota pengurus OSIS, untuk membahas :

a) penyusunan program kerja tahunan OSIS;

b) penilaian pelaksanaan program kerja pengurus OSIS tengah tahunan dan tahunan;

c) membahas laporan pertanggungjawaban OSIS pada akhir masa jabatan.

2)   Rapat pengurus harian adalah rapat pengurus yang dihadiri oleh ketua, wakil-wakil ketua, sekretaris, wakil-wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara, untuk membicarakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

3)   Rapat koordinasi terdiri dari :

Rapat yang dihadiri oleh  Ketua, wakil ketua , Sekretaris, wakil sekretaris Bendahara dan wakil Bendahara serta seksi-seksi;

4)   Rapat seksi adalah rapat yang dipimpin oleh ketua seksi;

5)   Rapat luar biasa dapat diadakan dalam keadaan yang mendesak atas usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas, setelah terlebih dahulu dikunsultasikan dan disetujui pembina OSIS.

2.   Tata Cara Pemilihan

Tata cara pemilihan Perwailan Kelas dan pemilihan Pengurus OSIS adalah sebagai berikut;

a.   Pemilihan Perwakilan Kelas.

1)   Pemilihan perwakilan kelas diselenggarakan pada awal tahun pelajaran baru, hari pertama masuk sekolah, semua siswa yang duduk di kelas yang bersangkutan memilih ketua dan wakil ketua kelas.

2) Anggota perwakilan Kelas terdiri dari 2 (dua) orang siswa tiap kelas yang dipilih secara langsung oleh anggota kelasnya yang dihadiri oleh wali kelas.

3) Anggota perwakilan kelas dapat dirangkap oleh Ketua dan wakil ketua kelas.

4) Kepala Sekolah selaku Ketua Pembina atau menunjuk wakil kepala sekolah segera mengundang semua anggota perwakilan kelas untuk membentuk dan mengesahkan pengurus perwakilan kelas.

b    Pemilihan atau pembentukan pengurus OSIS

1)   Pemilihan/pembentukan pengurus OSIS diselenggarakan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah terbentuknya perwakilan kelas.

2) Penyelenggara Pemilihan atau Pembentukan pengurus OSIS dibentuk  oleh Kepala sekolah, dengan unsur-unsur panitia pemilihan OSIS terdiri dari :

a. Pembina OSIS.

b. Pengurus OSIS lama

c. Perwakilan Kelas.

d. Siswa.

Jumlah anggota panitia pemilihan OSIS sekurang-kurangnya 5 (Lima) orang dan sebanyak-bantaknya 10 (sepuluh) orang.

3) Ketua dan wakil ketua OSIS  dipilih secara langsung  dalam satu paket oleh seluruh siswa dalam waktu 1 (satu)  hari dan hasilnya diumumkan secara langsung.

4) Ketua dan wakil ketua terpilih segera melengkapi kepengurusan OSIS selambat-lambatnya 1 (minggu) setelah pemilihan.

3.      Pengesahan dan Pelantikan

1.   Berdasarkan hasil laporan panitia pemilihan OSIS, Kepala Sekolah sebagai pembina OSIS mengeluarkan surat keputusan tentang pengangkatan dan pengambilan sumpah pengusus OSIS yang baru terbentuk.

2.   Pelantikan pengusus OSIS dikalsanakan pada saat upacara bendera Senin pagi atau Sabtu sore, dengan susunan upacara pelantikan yang diatur oleh sekolah.

F.      Anggaran Dasar OSIS

Secara Struktural Anggaran Dasar OSIS, terdiri dari 7 (tujuh) Bab dan Pasal-pasal.

1.   Bab   I.         Nama, Waktu dan Tempat Kedudukan

2.   Bab   II.        Asas, Tujuan, dan Sifat

3.   Bab  III.       Keanggotaan dan Keuangan

4.   Bab  IV.       Hak dan Kewajiban Anggota

5.   Bab   V.        Perangkat OSIS.

6.   Bab  VI.       Masa Jabatan

7.   Bab VII.       Penutup.

BAB  I  NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah

Pasal 2

Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3

Organisasi ini berkedudukan di ………………………………………………….. *)

Kecamatan ………………Kabupaten/Kota ………………………………………

Provinsi………………… dengan alamat : Jalan ………………………………..

Nomor ………………….. (Kota) …………………(Kode Pos)……………….

*) nama sekolah yang bersangkutan

BAB  II  ASAS, TUJUAN DAN SIFAT

Pasal 4

Organisasi ini berasaskan Pancasila

Pasal 5

Organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus cita-cita perjuangan pembangunan bangsa, guna :

a.   meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Tuhan Yang Maha Esa dan budi pekerti luhur;

b.   meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan;

c.   meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani;

d.   memantapkan kepribadian dan mandiri; serta

e.   mempertebal rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pasal 6

(1) Organisasi ini bersifat intra sekolah, dan merupakan organisasi resmi di sekolah sebagai wadah siswa berorganisasi dan menampung seluruh kegiatan siswa, serta tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan/atau tidak menjadi bagian dari organisasi lain di luar  sekolah.

(2) Organisasi ini hanya berhak mewakili siswa dari sekolah yang bersangkutan.

BAB III  KEANGGOTAAN DAN KEUANGAN

Pasal 7

(1)  Anggota organisasi ini secara otomatis adalah siswa yang masih  aktif pada sekolah ini.

(2)  Anggota organisasi ini ditandai dengan identitas/kartu anggota.

(3)  Keanggotaan berakhir apabila siswa yang bersangkutan tidak menjadi siswa lagi di sekolah ini, atau meninggal dunia.

Pasal 8

(1) Keuangan organisasi ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS), komite sekolah dan pemerintah daerah, serta sumbangan yang tidak mengikat.

(2) Pengelolaan keuangan organisasi tersebut digunakan sepenuhnya untuk kegiatan OSIS dengan pertanggungjawaban yang jelas.

BAB IV  HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal  9

(1)     Setiap anggota mempunyai hak :

a. mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya;

b. memilih dan dipilih sebagai perwakilan kelas atau pengurus;

c. berbicara secara lisan maupun tulisan.

(2)     Setiap anggota berkewajiban untuk :

a. memelihara nama baik dan kehormatan sekolah;

b. mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah;

c. menghormati tenaga kependidikan;

d. memelihara sarana dan prasarana serta keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan dan kekeluargaan di sekolah.

BAB   V  PERANGKAT OSIS

Pasal 10

(1)  Perangkat OSIS terdiri dari :

a. Pembina OSIS;

b. Perwakilan Kelas;

c. Pengurus OSIS.

(2)  Pembina terdiri dari :

a. Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah, sebagai Ketua/Wakil Ketua.

b. Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang, diatur secara bergantian setiap tahun ajaran.

(3)  Perwakilan Kelas terdiri dari :

a.   Wakil-wakil setiap kelas;

b.   Setiap kelas diwakili oleh 2 (dua) orang siswa.

(4)  Pengurus OSIS terdiri dari :

a. Ketua;

b. Wakil Ketua;

c. Sekretaris;

d. Wakil Sekretaris;

e. Bendahara;

h. Wakil Bendahara;

f. Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

g. Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia;

h. Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara;

i. Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga;

j. Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial;

k. Seksi Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan;

l. Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi;

m. Seksi Sastra dan Budaya;

n. Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);

o. Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris;

BAB  VI  MASA JABATAN

Pasal 11

Masa jabatan anggota perwakilan kelas dan pengurus selama satu tahun, dimulai dari awal tahun pelajaran dan berakhir pada akhir tahun pelajaran.

BAB  VII  P E N U T U P

Pasal 12

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga, atau peraturan lain yang sah.

(2) Anggaran Rumah Tangga mengatur lebih rinci hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah  Dasar.

(3) Anggaran Rumah Tangga disusun oleh masing-masing sekolah, dan disusun berdasarkan Anggaran Dasar.


BAB III

PROGRAM KERJA

A. Program Seksi/Bidang :

1.    Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain:

a. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing;

b. Memperingati hari-hari besar keagamaan;

c. Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama;

d. Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;

e. Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;

f. Mengembangkan dan memperdayakan kegiatan keagamaan di sekolah;

2.    Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia, antara lain :

a. Penerapan tata tertib dan kultur sekolah;

b. Mengadakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial);

c. Penerapan norma-norma yang berlaku dan tata krama pergaulan;

d. Menumbuhkembangkan kesadaran utk rela berkorban terhadap sesama;

e. Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;

f. Melaksanakan kegiatan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian, dan kerindangan);

3.    Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, antara lain :

a. Melaksanakan upacara bendera pada hari Senin dan/atau Sabtu, serta hari-hari besar nasional;

b. Mengadakan lomba menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars & Hymne);

c. Melaksanakan kegiatan kepramukaan;

d. Mengunjungi dan mempelajari tempat-tempat bernilai sejarah;

e. Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para pahlawan;

f. Melaksanakan kegiatan bela negara;

g. Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara;

h. Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara.

4.    Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga, antara lain :

a. Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian;

b. Menyelenggarakan kegiatan ilmiah;

c. Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa iptek;

d. Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar;

e. Mendesain dan memproduksi media pembelajaran;

f. Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian;

g. Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah;

h. Membentuk klub sains, seni, dan olahraga;

i. Menyelenggarakan festival dan lomba seni;

j. Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga;

5.    Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial, antara lain :

a. Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masing;

b. Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa;

c. Melaksanakan kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional;

d. Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat;

e. Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato;

f. Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;

g. Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah;

6.    Seksi Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan, antara lain :

a. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih berguna;

b. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa;

c. Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi;

d. Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus;

7.    Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi, antara lain :

a. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;

b. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS);

c. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV/AIDS;

d. Meningkatkan kesehatan reproduksi remaja;

e. Melaksanakan hidup aktif;

f. Melakukan diversifikasi pangan;

g. Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah;

8.    Seksi Sastra dan Budaya, antara lain :

a. Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang sastra;

b. Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya;

c. Meningkatkan daya cipta sastra;

d. Meningkatkan apresiasi budaya;

9.    Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), antara lain :

a. Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran;

b. Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi;

c. Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan;

10) Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris, antara lain :

a. Melaksanakan lomba debat dan pidato;

b. Melaksanakan lomba menulis dan korespondensi;

c. Melaksanakan English Day;

d. Melaksanakan kegiatan berceritera dalam bahasa Inggris (Story Telling);

e. Melaksanakan lomba puzzies words/scrabble;

B.     Strategi Pelaksanaan :

Keberhasilan OSIS sangat ditentukan oleh strategi pelaksanaan dan pembinaan dari elemen pendukungnya.

Strategi pelaksanaan OSIS dimulai dari tingkat sekolah – kabupaten/kota – provinsi, dan nasional harus berkesinambungan dan konsisten serta tidak ada tumpang-tindih program kegiatan di tingkat tersebut.

1. Di Tingkat Sekolah :

Pada tingkat sekolah, komponen-komponen yang mendukung keberhasilan OSIS, yakni kepala sekolah, guru pembina, tenaga kependidikan dan komite sekolah.

Peran Kepala Sekolah sebagai pengambil kebijakan di sekolah akan berpengaruh pada keberhasilan OSIS.

Peran kepala sekolah dapat berupa :

· penyediaan ruang OSIS dan fasilitasnya.

· kebijakan sekolah yang mendukung keberhasilan OSIS.

· memberi kemudahan pada berbagai kegiatan OSIS.

· penyertaan pengurus OSIS dalam kegiatan rapat kerja sekolah.

Peran guru pembina, antara lain:

· Membimbing pengurus OSIS dalam berbagai Kegiatan OSIS.

· Membantu tantangan/hambatan yang dihadapi pengurus OSIS.

Peran tenaga kependidikan, antara lain :

· Membantu pelaksanaan kegiatan secara teknis operasional.

Peran komite sekolah, antara lain ;

· Memberikan fasilitas baik dana maupun dukungan materi lainnya yang dibutuhkan OSIS.

· Membantu terciptanya hubungan yang harmonis dengan orangtua siswa, atau pun pihak sponsor dalam penggalangan dana untuk kegiatan OSIS.

2. Di Tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi

Di tingkat kabupaten/kota keberhasilan OSIS juga ditunjang oleh peran aktif dari kepala dinas pendidikan tingkat kota/kabupaten/provinsi.

Peran dan kegiatan pembinaan terhadap OSIS dan guru pembina dapat berupa :

· Pelatihan pengurus OSIS dalam kegiatan keorganisasian.

· Kegiatan bersama antar OSIS seperti ; karya wisata, gerak jalan, napak tilas sejarah, dll.

· Pembentukan Badan Koordinasi OSIS Tingkat Kabupaten/Kota.

· Pelatihan ketrampilan keahlian atau kewirausahaan; seperti perbengkelan, pertanian/pertanaman/tata boga dan tata busana, dll.

3. Di Tingkat Nasional

Pada tingkat nasional keberhasilan OSIS sangat ditentukan berbagai kebijakan yang dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peranannya, antara lain ;

· Pelatihan/TOT/Workshop/Pengurus OSIS dan Pembina OSIS seluruh Indonesia dalam hal keorganisasian OSIS.

· Pertukaran Pengurus OSIS antar provinsi.

· Pertukaran Pengurus OSIS dengan OSIS di tingkat regional (ASEAN ) dan internasional.

· Pagelaran seni budaya nusantara.

· Kerjasama dengan departemen terkait.

· Kerjasama dengan Komnas HAM dalam kaitannya dengan desiminasi pelaksanaan HAM di Indonesia.

· Dll.

C.     Indikator Keberhasilan

Keberhasilan kegiatan OSIS di sekolah dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain:

1. Adanya ruang OSIS yang di dalamnya terdapat struktur organisasi dan kepengurusan OSIS, program kerja, sarana dan prasarana yang memadai serta  berbagai macam piagam penghargaan yang diperoleh sebagai hasil prestasi yang dicapai.

2. Keterlibatan pengurus OSIS, anggota OSIS/siswa dalam berbagai kegiatan sekolah dengan masyarakat, seperti memperingati hari-hari besar nasional, macam-macam kegaiatan lomba, kegiatan sosial, seni budaya, dan sebagainya.

3. Terselenggarakannya pelatihan kepemimpinan bagi para pengurus, perwakilan kelas, dan anggota, baik di lingkungan sekolah maupun kabupaten/provinsi.

4. Terselenggaranya berbagai kerjasama antar sekolah dalam berbagai macam kegiatan olah raga, seni, pramuka, dan sebagainya.

5. Terbentuknya kelompok-kelompok belajar, forum ilmiah di tingkat sekolah maupun antar sekolah.

6. Terbinanya dengan baik pelatihan upacara bendera di sekolah.

7. Terselenggaranya latihan/lomba baris-berbaris pada hari-hari tertentu secara terencana dan terus menerus.

8. Dilaksanakannya materi dan jenis kegiatan pembinaan kesiswaan secara terencana dan berkelanjutan.

9. Terbinanya hubungan yang penuh kekeluargaan antar sesama siswa, antar pejabat, hubungan dengan guru, kepala sekolah, orang tua siswa dan masyarakat.

10. Terwujudnya sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.


BAB IV

HAMBATAN DALAM PEMBINAAN OSIS

DAN LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN

A.     Hambatan Pembinaan OSIS

1.     Kehadiran OSIS sebagai organisasi di sekolah

Kedudukan organisasi ini harus murni dari siswa untuk siswa. Sebagai bagian dari kehidupan sekolah yang intinya adalah proses belajar mengajar. Berhasil tidaknya organisasi tersebut dapat diukur dengan seberapa jauh OSIS ini dapat menunjang proses belajar mengajar dalam pencapaian tujuan pendidikan.

2.     Pengelolaan OSIS

Pengelolaan ini menyangkut segi kualitas pengelola/siswa seperti :

a. Kepemimpinan, merupakan kemampuan dan kewibawaan menggerakkan segala sumber daya secara optimal.

b. Manajemen, merupakan kemampuan menyusun, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan  dengan program kesiswaan;

c. Pengetahuan dan pengalaman dalam organisasi;

d. Kemampuan, memahami makna OSIS sebagai organisasi yang memiliki tujuan, sebagai kehidupan kelompok, memiliki sejumlah program terkoordinasi serta berkelanjutan dalam waktu tertentu;

e. Hubungan kerjasama, baik antara sesama siswa maupun siswa dengan pembinanya.

3.     Peran OSIS dalam upaya pemantapan wawasan wiyatamandala.

Siswa dan proses belajar mengajar merupakan nafas dari kehidupan sekolah. Kelemahan  dalam segi ini merupakan kegagalan dari fungsi sekolah yang bersangkutan. OSIS sebagai organisasi siswa di sekolah harus dapat berfungsi sebagai benteng pertahanan kehidupan sekolah sebagai wawasan wiyatamandala. Untuk itu OSIS  harus memiliki kekuatan, daya tangkal terhadap pengaruh negatif  terhadap kehidupan sekolah, dan memiliki kemampuan  melaksanakan program kegiatan pembinaan kesiswaan agar dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan, yaitu terbentuknya manusia Pancasila dalam pembangunan.

4.   Pendanaan

Dana OSIS yang bersumber dari iuran komite dirasa kurang dapat menunjang pelaksanaan program OSIS. Untuk itu perlu dicari pemecahan bersama antar instansi terkait, agar dapat dihasilkan suatu mekanisme pendanaan yang lebih rasional. Dalam hal ini pemerintah daerah, sebagai pengendali pelaksanaan kegiatan di daerah sangat berperan.

5.  Pembinaan

Perlu ada pembinaan secara terus menerus, berjenjang dan dilengkapi dengan perangkat informasi (buku-buku juklak, juknis, dan lain-lain) agar ada persepsi yang sama antara para pembina dan siswa yang dibina. Setiap laporan OSIS harus dievaluasi untuk pembinaan selanjutnya.

B.   Langkah-langkah Penanggulangan

Agar OSIS dapat berfungsi dan berperan sebagaimana tersebut di atas, paling tidak ada 5 (lima) langkah pemecahannya:

1. OSIS harus dibentuk sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan dalam arti mampu mewujudkan arti maupun peranannya sebagai suatu organisasi.

2. Pengurus OSIS dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti :

a. Kepemimpinannya.

b. Kemampuan manajemen dan pengalaman dalam organisiasi.

c. Loyalitasnya.

d. Keteladanannya, dan kewibawaannya.

e. Keluasan dalam wawasannya.

f. Kemampuan berkomunikasi.

g. Kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawab.

h. Kejujuran dan keadilan.

3. Agar OSIS dapat berperan dalam mendukung pencapaian tujuan kurikuler, maka perlu dilatih dan dibina dalam pelaksanaan berbagai kegiatan  ekstrakurikuler, termasuk dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pembinanan yang berkaitan dengan penyusunan program kegiatan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangannya.

4.    Untuk memecahkan masalah pendananan OSIS, program OSIS dapat dilampiri dengan saran-saran pemecahan tentang pendanaan. Saran tersebut dalam kesempatan tertentu dapat dibicarakan bersama. Tidak mungkin dapat dipecahkan sepihak oleh para pengurus OSIS. Oleh karena itu para pembina dan juga komite sekolah, melalui kepala sekolah perlu diberikan pengertian sehingga timbul kesadaran bahwa dana untuk OSIS adalah menjadi tanggung jawab bersama.

5.    Pembinaan dapat dilakukan melalui :

a.    Personilnya; dengan pelatihan-pelatihan, diskusi, rapat-rapat, dan lain sebagainya.

b.    Informasi tertulis; peraturan, juklak, juknis, surat edaran, dan lain-lain.

c.    Kegiatan terpadu yang diadakan oleh dan dengan intern sekolah, antar sekolah, dan antar sekolah dengan masyarakat.

Kegiatan ini dapat dikoordinasikan oleh sekolah yang bersangkutan,  aparat pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

6.    Para pembina hendaknya dapat menghindarkan diri dari perbuatan atau campur tangan dengan memberikan kesan menguasai, mengatur, memaksakan, dan perilaku lain yang sejenis, sehingga OSIS merasa diberikan kebebasan untuk mengeluarkan dan mengembangkan gagasan, ide sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangan mereka.

BAB V

PENUTUP

Dari keseluruhan uraian tersebut  dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. OSIS merupakan organisasi resmi di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk OSIS. OSIS tidak mempunyai hubungan organisasi dengan OSIS di seolah lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

2. OSIS sebagai suatu organisasi intra sekolah merupakan bagian internal dari kehidupan sekolah, sehingga keberadaan OSIS diharapkan mampu mendukung terwujudnya sekolah sebagai lingkungan pendidikan (wawasan wiyatamandala).

3. Dalam menumbuhkembangkan OSIS, adalah menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah.

4. Dalam proses tumbuh dan berkembang OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan memegang peranan yang sangat menentukan untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.


Lampiran 1

BAGAN MEKANISME KERJA OSIS

PEMBINA

OSIS

PERWAKILAN

KELAS

PENGURUS

OSIS

KETERANGAN :

______________ : Jalur Instruksi

——————— : Jalur Koordinasi.

Lampiran 2

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI OSIS

Bendahara

Wakil Bendahara

Ketua

Wakil Ketua

Bendahara

Wakil Bendahara

Sekrtaris

Wakil Sekretaris

Ketua

Wakil Ketua

—————–

Seksi Olah raga

Seksi Apresiasi Seni, Budaya & Daya Kreasi

Seksi Organisasi Kepemimpinan & Demokrasi

Seksi Keterampilan dan Kewirausahaan

Seksi Demokrasi, HAM, Dikpol, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi

Swksi Wawasan Keilmuan

Seksi Ketakwaan Terhadap

Tuhan Yang Maha Esa

Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris

Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Seksi sastra dan Budaya

Seksi Kualitas jasmani, Kesehatan dan Gizi

Seksi Pembinaan Kreativitas, keterampilan dan Kewirausahaan

Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan Olahraga

Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia

Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME

Text Box: Seksi  Olah ragaText Box: Seksi Apresiasi Seni, Budaya & Daya KreasiText Box: Seksi Organisasi Kepemimpinan & DemokrasiText Box: Seksi  Keterampilan dan KewirausahaanText Box: Seksi Demokrasi, HAM, Dikpol, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan ToleransiText Box: Swksi Wawasan KeilmuanText Box: Seksi Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha EsaText Box: Seksi Komunikasi dalam Bahasa InggrisText Box: Seksi Teknologi Informasi dan KomunikasiText Box: Seksi sastra dan BudayaText Box: Seksi Kualitas jasmani, Kesehatan dan GiziText Box: Seksi Pembinaan Kreativitas, keterampilan dan KewirausahaanText Box: Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan OlahragaText Box: Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela NegaraText Box: Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak MuliaText Box: Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan YME

: Kebijaksanaan

: Koordinasi Program


Lampiran 3

POLA STRUKTUR DAN SUBSTANSI PROGRAM PELATIHAN

KEPEMIMPINAN OSIS

MATA SAJIAN

Bobot

Pembina

Pengurus

Perwakilan

Anggota

Keterangan

Jam

**)

Materi

Jam

**)

Materi

Jam

**)

Materi

Jam

**)

Materi

I. PROGRAM AWAL

Dinamika Kelompok

10%

4

V

4

V

4

V

4

V

II. PROGRAM DASAR

1. Kebijakan pemerintah di bidang Pendidikan Dasar dan Menengah

2. Kebijakan Pembinaan Kesiswaan.

3. Undang-undang No.20 tahun 2003 (SISDIKNAS)

10%

2

2

2

V

V

V

2

V

2

V

2

V

III.PROGRAM INTI.

  1. Kepemimpinan (pendekatan sifat, prilaku, kontingensi).
  2. Komunikasi
  3. Motivasi
  4. Pengambilan Keputusan
  5. Tata Krama
  6. Prilaku organisasi

50%

6

6

4

-

4

-

V

V

V

V

V

V

6

4

4

4

-

4

V

V

V

V

V

V

6

4

4

4

-

4

V

V

V

V

V

V

6

4

4

4

-

4

V

V

V

V

V

V

IV PROGRAM PENDUKUNG.

  1. OSIS
  2. Latihan Kepemimpinan
  3. Ekstrakurukuler
  4. Wawasan Wiyatamandala
  5. Baris Berbaris
  6. Upacara Bendera
  7. Lagu-lagu Kebangsaan

20%

2

2

2

2

4

4

4

V

V

V

V

V

V

V

4

4

4

4

6

6

6

V

V

V

V

V

V

V

4

4

4

4

6

6

6

V

V

V

V

V

V

V

4

4

4

4

6

6

6

V

V

V

V

V

V

V

V. STUDI LAPANGAN DAN PENUGASAN *)

10%

JUMLAH

100%

62

62

62

62

**) 45 Menit

*)  Disesuaikan dengan kebutuhan.

Lampiran 4

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Pembina OSIS

No

Waktu

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

1

2

3

4

5

6

7

1

04.00 – 04.30

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

2

04.30 – 05.00

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

3

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

4

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

5

06.30 – 07.00

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

6

07.00 – 07.45

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

7

07.45 – 08.00

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

8

08.00 – 09.30

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS(III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

9

09.30 – 11.00

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS (III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A (IV/6)

10

11.00 – 11.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

11

11.15 – 12.45

JAKTAH BINWA (II/I)

KEPEMIMPINAN(III/I)

TATA KRAMA (III/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

12

12.45 – 14.00

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

13

14.00 – 15.30

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI(III/2)

EKS.KUR(IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

14

15.30 – 17.00

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI(III/2)

EKS.KUR(IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

15

17.00 – 17.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

16

17.15 – 19.00

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

17

19.00 – 20.30

WWM (IV/4)

MOTIVASI(III/3)

LATPINWA(IV/2)

LATPINWA(IV/2)

PENUTUPAN

18

20.30 – 22.00

WWM (IV/4)

MOTIVASI9III/3)

LATPINWA(IV/2)

MENYUSUN LAPORAN

Catatan:  MIKAPOK =Dinamika Kelompok;JAKTAH DIKDASMEN = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen;JAKTAH BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan  Kesiswaan; EKSKUR = Ekstrakurikuler; WWM= Wawasan Wiyatamandala; BILTUS = Pengambilan Keputusan; PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP = Studi Lapangan

Lampiran 5

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Pengurus OSIS

No

Waktu

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

1

2

3

4

5

6

7

1

04.00 – 04.30

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

2

04.30 – 05.00

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

3

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

4

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

5

06.30 – 07.00

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

6

07.00 – 07.45

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

7

07.45 – 08.00

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

8

08.00 – 09.30

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS (III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

9

09.30 – 11.00

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS (III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

10

11.00 – 11.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

11

11.15 – 12.45

JAKTAH BINWA (II/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

TATA KRAMA (III/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

12

12.45 – 14.00

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

13

14.00 – 15.30

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI (III/2)

EKS.KUR (IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

14

15.30 – 17.00

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI (III/2)

EKS.KUR (IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAHU (IV/7)

15

17.00 – 17.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

16

17.15 – 19.00

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

17

19.00 – 20.30

WWM (IV/4)

MOTIVASI (III/3)

LATPINWA (IV/2)

LATPINWA(IV/2)

PENUTUPAN

18

20.30 – 22.00

WWM (IV/4)

MOTIVASI (III/3)

LATPINWA (IV/2)

MENYUSUN LAPORAN

Catatan :  MIKAPOK =Dinamika Kelompok; JAKTAH DIKDASMEN =Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen; JAKTAH BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan  Kesiswaan; EKSKUR = Ekstrakurikuler; WWM = Wawasan Wiyatamandala;BILTUS = Pengambilan Keputusan;PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP = Studi Lapangan

Lampiran 6

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Perwakilan OSIS

No

Waktu

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

1

2

3

4

5

6

7

1

04.00 – 04.30

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

2

04.30 – 05.00

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

3

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

4

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

5

06.30 – 07.00

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

6

07.00 – 07.45

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

7

07.45 – 08.00

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

8

08.00 – 09.30

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS(III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

9

09.30 – 11.00

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS(III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

10

11.00 – 11.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

11

11.15 – 12.45

JAKTAH BINWA (II/I)

KEPEMIMPINAN(III/I)

TATA KRAMA(III/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU(IV/7)

12

12.45 – 14.00

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

13

14.00 – 15.30

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI(III/2)

EKS.KUR(IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU(IV/7)

14

15.30 – 17.00

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI(III/2)

EKS.KUR(IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAHU(IV/7)

15

17.00 – 17.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

16

17.15 – 19.00

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

17

19.00 – 20.30

WWM (IV/4)

MOTIVASI(III/3)

LATPINWA(IV/2)

LATPINWA(IV/2)

PENUTUPAN

18

20.30 – 22.00

WWM (IV/4)

MOTIVASI9III/3)

LATPINWA(IV/2)

MENYUSUN LAPORAN

Catatan:  MIKAPOK = Dinamika Kelompok; JAKTAH DIKDASMEN = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen; JAKTAH    BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan Kesiswaan; EKSKUR= Ekstrakurikuler; WWM= Wawasan Wiyatamandala; BILTUS = Pengambilan Keputusan; PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP – Studi Lapangan

Lampiran 7

JADWAL PELATIHAN KEPEMIMPINAN

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

Peserta : Anggota OSIS

No

Waktu

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

KEGIATAN

1

2

3

4

5

6

7

1

04.00 – 04.30

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

IBADAH

2

04.30 – 05.00

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

SKJ

3

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

4

05.00 – 06.30

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

PBB (IV/5)

5

06.30 – 07.00

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

PERSIAPAN

6

07.00 – 07.45

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

MAKAN PAGI

7

07.45 – 08.00

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

APEL PAGI

8

08.00 – 09.30

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS(III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

9

09.30 – 11.00

MIKAPOK (I/I)

KEPEMIMPINAN (III/I)

BILTUS(III/4)

STU.LAP(IV/I)

U P R A(IV/6)

10

11.00 – 11.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

11

11.15 – 12.45

JAKTAH BINWA (II/I)

KEPEMIMPINAN(III/I)

TATA KRAMA(III/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

12

12.45 – 14.00

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

MAKAN SIANG

13

14.00 – 15.30

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI(III/2)

EKS.KUR(IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

14

15.30 – 17.00

OSIS (IV/I)

KOMUNIKASI(III/2)

EKS.KUR(IV/5)

STU.LAP(IV/I)

LAGU-LAGU (IV/7)

15

17.00 – 17.15

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

KUDAPAN

16

17.15 – 19.00

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM

17

19.00 – 20.30

WWM (IV/4)

MOTIVASI (III/3)

LATPINWA(IV/2)

LATPINWA(IV/2)

PENUTUPAN

18

20.30 – 22.00

WWM (IV/4)

MOTIVASI (III/3)

LATPINWA(IV/2)

MENYUSUN LAPORAN

Catatan:    MIKAPOK = Dinamika Kelompok; JAKTAH DIKDASMEN = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Dikdasmen; JAKTAH BINWA = Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pembinaan Kesiswaan; EKSKUR= Ekstrakurikuler; WWM= Wawasan Wiyatamandala; BILTUS = Pengambilan Keputusan;PRIORD = Perilaku Organisasi; STU.LAP – Studi Lapangan

Contoh:

Lampiran 8

KURIKULUM LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS

DI SEKOLAH

No.

MATERI SAJIAN

ALOKASI JAM

WAKTU

PENYAJI MATERI

A. KELOMPOM UMUM

8

16 %

1.

Wawasan Wiyatamandala dan Ketahanan Sekolah

2

Kepala Sekolah

2.

Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

4

Guru PPKn

3.

Pembinaan Kerukunan Hidup beragama

2

Tokoh Masyarakat

B. KELOMPOK INTI

22

46 %

1.

Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Siswa

2

Guru /Pembina OSIS

2.

Administrasi dalam  Keorganisasian OSIS

2

Pengurus OSIS

3.

Struktur, Fungsi dan Tugas OSIS

2

Guru/Pembina OSIS

4.

Teori dan Praktik PBB

4

Guru Penjaskes

5.

Metode Komunikasi Massa

2

Guru

6.

Motivasi Berorganisasi

2

Guru /Pembina OSIS

7.

Metode Diskisi Kelompok

4

Guru

8.

Tata Krama Siswa

2

Guru Agama

9.

Pengelolaan Koperasi Sekolah

2

Pengurus Koperasi

C. KELOMPOK PENUNJANG

18

38 %

1.

Diskusi Kelompok

5

Kelompok

2.

Bakti Sosial /Pengenalan Lingkungan Masyarakat Sekitar

5

Peserta

3.

Renungan Suci / Jiwa

4

Panitia

4.

Pembukaan dan Penutupan

2

Panitia

5.

Pre Test dan Post Test

2

Panitia

JUMLAH

48

100 %

Contoh : Lampiran 9

DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN TINGGI PROVINSI DKI JAKARTA

SMA NEGERI 80 JAKARTA

Jl.Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tg.Priok. Telp. 64716130 – 65301151

JAKARTA UTARA

KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH

Nomor :     228 /1.851.3/2008

Tentang

SUSUNAN PERWAKILAN KELAS, PENGURUS OSIS, DAN PEMBINA OSIS

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 80 JAKARTA

Menimbang : a. bahwa organisasi resmi di sekolah  adalah OSIS

b.  bahwa Penanggung Jawab Pembina OSIS di sekolah ini adalah                               Kepala Sekolah dibantu oleh guru sebagai pembina OSIS.

c. bahwa agar OSIS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya, maka perlu mensyahkan dan melantik perwakilan kelas, pengurus OSIS untuk masa jabatan tahun pelajaran 2005/2006

Mengingat :     1.   Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005; tentang Guru dan Dosen.

4. Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan

5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah.

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

Memperhatikan : Hasil Rapat Perwakilan kelas tanggal  6 Agustus  2008

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Susunan Perwakilan Kelas, sebagai berikut:

Kelas X-1               :    1. RIDWAN DAFRI.

2. SISCA MARLINA ELISABETH HUTAJULU.

Kelas X-2               :    1. ALFIAN YULIANDI.

2. SITI NURWATI.

Kelas X-3               :    1. MUHAMMAD INDRA ADININGRAT

2. DIAN RUSDIANA.

Kelas I-4                :    1. SYA’KI ARYA.

2. ALFINA SYAFRIDA.

Kelas X-5               :    1. MUHAMMAD ABI FERDIAN YUSUF SALIM.

2. RIFANI SILUMAYANA PUTRI.

Kelas X-6               :    1. AGUS SUSILO.

2. PUTRI MARDINI SAID.

Kelas X-7               :    1. MUHAMMAD FADHLI

2.  KIANDRO YUVIE PRADIZA

Kelas XI IPA-1     :    1. TEJO ARIMUKTI.

2.  NURHASANAH.

Kelas XI IPA-2     :    1. PANJI PARIKESIT.

2. NAOUMI NURHAYATI.

Kelas XI IPA-3     :    1. MUHAMMAD ZONA HAMSYA

2. SAEKAH.

Kelas XI IPS-1      :    1. WAHYU PRATAMA.

2. DWEI AYU SASMAWATI.

Kelas XI IPS-2      :    1. RESPATI ADITYANANTO.

2. DENNI SUHARTINI.

Kelas XI IPS-3      :    1. DEWA PRATAMA.

2. ANITA ROSABELA.

Kelas III IPA-1     :    1. MUHAMMAD RAHMAN.

2. APRINAH.

Kelas III  IPA-2    :    1. ZINAR RAHMAN.

2. RATNA RAHMAWATI.

Kelas III IPA-3     :    1. BUDIMAN.

2. RINA VERAWATI.

Kelas III IPS-1      :    1. FAJLI NAZARUDDIN.

2. MARDIAH FADZRINA.

Kelas III IPS-2      :    1.  DEKA HERMANTO.

2. WINDY ANGGRAINI.

Kelas III IPS-3      :    1. JUAN AKMAL KASHOGI

2. RISMAWATI SAID.

Kelas III IPS-4      :    1. REGENT SEA ZAM-ZAM.

2. CARDINA SEBTA KOMALA.

Kedua : Susunan Pengurus, sebagai berikut:

1. K e t u a                 :    YOGI ARI WIBOWO.

2. Wakil Ketua           :    JUNASA ANDHIKA IMANUDDIN.

3. Sekretaris                :    RITA FERDIANTY.

4. Wakil Sekretaris     :    DANELA OKTAVIANI.

5. Bendahara              :    NOVITASARI.

8. Wakil Bendahara   :  DESVITA ASTERINA SARI.

Ketiga             : Ketua Seksi/Bidang, terdiri dari :

a. Ketua Seksi Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: M. KHAMBALI

b. Ketua Seksi Budi Pekerti Luhur/Akhlak Mulia: ABDURRAHMAN

c. Ketua Seksi Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara: HARI SUGIHARTO

d. Ketua Seksi Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga: ALEX FIRNGADI

e. Ketua Seksi Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial: ROSYID BURHANUDDIN

f. Ketua Seksi Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan: WIJI PRASETYA

g. Ketua Seksi Kualitas Jasmani, Kesehatan dan Gizi: FONDA AMBITASARI

h. Seksi Sastra dan Budaya: DEVITA ANDINI

i. Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): RIZAL ALFIAN

j. Seksi Komunikasi dalam Bahasa Inggris: YUNI AMBARSARI

Keempat        : Susunan Pembina OSIS

1. Dra. SRI AYU UTAMI, M.M   :    Ketua Pembina/Kepala Sekolah

2. Drs. NIS PURWANTO              :    Wakil Ketua Pembina/Wakil Kesiswaan.

3. MUH. ROJI, S.Pd                      :    Pembina OSIS

4. JAFAR SOBARI, S.Pd              :    1. Pembina Seksi Keimanan dan

Ketaqwaan terhadap Tuhan YME

2. Pembina Seksi Budi Pekerti

Luhur/Akhlak Mulia

5.  BUDI ASTUTI, S.Pd.                :    1. Pembina Kepribadian Unggul,

Wawasan Kebangsaan dan Bela

Negara

2. Pembina Seksi Prestasi Akademik,

Seni, dan/atau Olahraga

6. DIDIK NURHAYAT , S.Pd     :    1. Pembina Seksi Demokrasi, HAM,

Pendidikan Politik, Lingkungan

Hidup, Kepekaan dan Toleransi

Sosial

2. Pembina Seksi Kreativitas,

Keterampilan dan Kewirausahaan

7. Drs. DJOKO IRAWAN             :    1. Pembina Seksi Kualitas Jasmani,

Kesehatan dan Gizi

2. Pembina Seksi Sastra dan Budaya

8. SULAKSONO, S.Pd                 :    1. Pembina Seksi Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK)

2. Pembina Seksi Komunikasi dalam

Bahasa Inggris

Kelima :    Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Jakarta

Pada Tanggal :   13 Agustus 2008

Kepala SMA Negeri 80 Jakarta

Dra. SRI AYU UTAMI, M. M

NIP. : 131625834

Tembusan :

1. Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta

2. Kepala Suku Dinas Dikmenti Kota Jakarta Utara

3. Yang Bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan

4. A r s i p.


Contoh Lampiran 10

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

Jl. Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tg.Priok. Telp. 64716130 – 65301151

JAKARTA UTARA

PENDAHULUAN

Program kerja merupakan acuan untuk melaksanakan suatu kegiatan. Setiap aktivitas selalu didahului dengan rencana kegiatan (program kerja). OSIS sebagai suatu organisasi juga memiliki kegiatan yang telah terprogram. Hal ini dimaksudkan agar seluruh aktivitas  OSIS dapat terarah  sesuai dengan program yang telah dirumuskan.

Program kerja OSIS merupakan suatu uraian yang terdiri dari berbagai macam kegiatan OSIS yang akan dilaksanakan oleh para pengurus OSIS dan para siswa SMA Negeri 80 yang tergabung dalam wadah organisasai OSIS SMA Negeri 80 Jakarta. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan tempat berkreasinya para siswa melalui berbagai macam kegiatan yang ada dalam program OSIS.

Untuk tahun 2009/2010 OSIS SMA Negeri 80 Jakarta mengembangkan 10 aktivitas kegiatan utama yang terprogram dalam kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 80 melalui program  OSIS SMA Negeri 80, yaitu:

1. Kegiatan OSIS dalam bidang kesiswaan.

2. Kegiatan Pembinaan Rohani Islam (ROHIS)

3. Kegiatan Pembinaan Rohani Kristen (ROKRIS)

4. Kegiatan Olah raga : a.      Bola volly

b. Sepak Bola

c. Basket

d. Taek Wondo

e. Pencak Silat.

5. Kegiatan Kesenian     : a. Paduan Suara (Vokal Group)

b. Teater (Drama)

6. Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

7. Kegiatan Pecinta Alam Delapan Puluh (Pladel)

8. Kegiatan Palang Merah Remaja (PMR)

9. Kegiatan PASKIBRA

10. Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Dari kegiatan-kegiatan  tersebut, maka diharapkan para siswa SMA Negeri 80 mampu menyalurkan bakat dan kreativitasnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.

1. DASAR PEMIKIRAN.

Dasar pemikiran disusnnya program kerja OSIS ini adalah :

a. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional.

b. Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005; tentang Guru dan Dosen.

c. Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan

d. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah.

e. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;

f. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

2. TUJUAN

Tujuan dari program kerja ini adalah :

  1. Agar seluruh kegiatan siswa dapat dilaksanakan secara terarah dan terprogram.
  2. Agar sasaran dan target yang ingin di capai dalam suatu kegiatan dapat terukur dan diketahui tingkat keberhasialnya.
  3. Agar menjadi dasar pijakan dalam melaksanakan suatu kegiatan.

3. SASARAN

Sasaran dari program kerja OSIS ini adalah  seluruh siswa SMA Negeri 80 dan para pengurus OSIS SMA Negeri 80 Jakarta.

Contoh Lampiran 11

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH

OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

Jl. Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tg. Peiok, Telp: 64716130 – 6530151

JAKARTA UTARA

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

PEMBUKAAN

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Easa,

Bahwa sesungguhnya ilmu itu merupakan salah satu Karunia Tuhan yang harus diamalkan untuk membawa manusia ke arah kebahagiaan hidup.

Bahwa bangsa Indonesia dengan kemerdekaan telah memperoleh kesempatan dan waktu yang seluas-luasnya untuk mencari, menggali, dan mendalami ilmu pengetahuan menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab mendidik, membina, melatih, dan membekali para siswa sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dan usaha menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila.

Bahwa para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, sadar akan kewajiban, peranan, dan tanggung jawabnya terhadap dirinya sendiri, keluarga, bangsa, dan negara dalam rangka pengabdiannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Maka kami para Siswa SMA Negeri 80 Jakarta menghimpun diri dalam satu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang disusun dalam Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga sebagai berikut:

BAB I

UMUM

Pasal 1

Nama, Waktu, dan Tempat Kedudukan

1. Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Negeri 80 Jakarta disebut OSIS SMA Negeri 80 Jakarta

2. Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.

3. OSIS SMA Negeri 80 berkedudukan di SMA Negeri 80 Jakarta, Jalan Sunter Karya Selatan V Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pasal 2

Dasar dan Asas

1. Organisasi ini berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Organisasi ini berdasarkan kekeluargaan dan kegotong-royongan.

Pasal 3

T u j u a n

1. Orgasisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, kepribadian dan budi luhur.

2. Organisasi ini bertujuan melibatkan siswa dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara serta pelaksanaan pembangunan nasional.

3. Organisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk pengembangan kepemimpinan.

Pasal 4

Sifat Organisasi

Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu-satunya wadah yang menampung kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menunjang kurikulum yang sah mewakili siswa dari sekolah tersebut.

Pasal 5

Bentuk Organisasi

Organisasi ini berbentuk kesatuan

Pasal 6

L a m b a n g

Lambang OSIS bersifat nasional dan digunakan bersama-sama dengan lembaga sekolah lainnya.

Pasal 7

Keanggotaan

1. Anggota organisasi ini adalah siswa SMA Negeri 80 Jakarta.

2. Keanggotaan berakhir apabila siswa tidak menjadi siswa lagi atau meninggal dunia.

Pasal 8

Hak dan Kewajiban Anggota

Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS.

Pasal 9

K e u a n g a n

Keuangan organisasi ini diperoleh dari iuran anggota yang besarnya ditentukan melalui pengurus OSIS  lengkap dan sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat serta usaha-usaha lain yang sah.

BAB II

Pasal 10

Perangkat Organisasi

Perangkat Organisasi terdiri dari :

1. Musyawarah Perwakilan Kelas, disingkat MPK

2. Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah.

3. Majelis Pembimbing OSIS, disingkat MBO.

BAB III

Pasal 11

Musyawarah Perwakilan Kelas

1. Anggota-anggota MPK adalah merupakan perwakilan kelas, sehingga setiap kelas dari sekolah yang bersangkutan memiliki wakilnya yang duduk dalam MPK

2. Sebelum sah menjadi anggota MPK, setiap anggota harus mengucapkan janji secara sungguh-sungguh di hadapan kepala sekolah atau dihadapan pejabat yang ditunjuk/dikuasakan oleh kepala sekolah untuk mengambil janji.

3. Perumusan bunyi janji diatur tersendiri secara nasional.

4. MPK bertanggung jawab kepada kepala sekolah.

Pasal 12

MPK menetapkan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Garis-Garis Besar Program Kegiatan (GBPK) OSIS di sekolah dan disahkan oleh kepala sekolah.

BAB IV

Pasal 13

Pengurus OSIS

1. OSIS dipimpin oleh seorang Ketua dengan dibantu oleh seorang wakil ketua yang disebut MITRATAMA dan MITRAMUDA.

2. Ketua dan Wakil Ketua OSIS harus warga negara Indonesia yang duduk di kelas X dan XI dan tidak kelas terakhir.

3. Ketua dan Wakil Ketua OSIS dipilih oleh MPK dengan suara terbanyak.

4. Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan kepada MPK dalam suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK

5. Pengurus OSIS menunjuk wakilnya untuk duduk di dalam MPO dengan surat ketetapan kepala sekolah.

Pasal 14

1. Ketua dan wakil ketua OSIS bekerja menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

2. Dalam melakukan kewajiban ketua dan wakil ketua OSIS dibantu oleh para pembantunya.

3. Ketua dan wakil ketua OSIS memegang jabatannya selama satu tahun.

4. Di dalam melaksanakan tugasnya pengurus OSIS dibimbing oleh pembimbing.

Pasal 15

1. Ketua dan wakil ketua OSIS mendapat petunjuk pelaksanaan untuk menjalankan peraturan sebagaimana mestinya.

2. Ketua dan Wakil Ketua OSIS di dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dibimbing oleh pembimbing.

Pasal 16

Jika Ketua dan Wakil Ketua OSIS meninggal dunia, berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh anggota pengurus lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.

Pasal 17

Sebelum memangku jabatannya, Ketua dan Wakil Ketua OSIS mengucapkan janji dengan sungguh-sungguh dengan tuntunan Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing dihadapan sidang Lengkap MPK sebagai berikut :

JANJI KETUA DAN WAKIL KETUA

Atas dasar kehormatan, kami berjanji :

1. Akan menjalankan kewajiban selaku Ketua dan/atau Wakil Ketua  dengan sungguh-sungguh.

2. Akan menjalankan semua ketentuan yang berlaku sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dengan penuh tanggung jawab sebagai amal bakti kami kepada sekolah, bangsa dan negara.

3. Akan menjalankan tugas kami dengan jiwa persatuan dan kesatuan atas dasar kekeluargaan demi tercapainya tujuan organisasi kami.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridoi janji kami ini dengan taufiq dan hidayah-Nya.

Pasal 18

Ketua OSIS mengangkat dan memberhentikan pembantunya atas persetujuan Kepala Sekolah.

BAB V

Pasal 19

Majelis Pembimbing OSIS

1. Majelis Pembimbing OSIS merupakan badan pembimbing OSIS yang beranggotakan guru-guru yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.

2. Majelis Pembimbing OSIS dipimpin/diketuai oleh Kepala Sekolah.

Pasal 20

Majelis pembimbing wajib memberikan pembimbingan secara terus-menerus kepada OSIS dalam melaksanakan tugasnya.


ATURAN TAMBAHAN

Pasal 21

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam peraturan lain yang sah.

Jakarta, 6 November 2008

PENGURUS OSIS SMA NEGERI 80 JAKARTA

PERIODE 2005-2006

K e t u a                                                                                                S e k r e t a r i s

YOGI ARI WIBOWO. RITA FERDIANTY

NIS. : 4410                                                                                         NIS. : 4464

Mengetahui

Kepala SMA Negeri 80 Jakarta                                              Pembina OSIS SMA Negeri 80

Dra. SRI AYU UTAMI, M.M.                                                   MUH. ROJI, S.Pd

NIP.: 131425834                                                                  NIP. : 132254594

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

contact us

Jalan Mayjen Sutoyo 7 Kebumen 54316, Jawa Tengah, Indonesia.

e-mail : osis_sman1kebumen@yahoo.com
qr code
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 748 other followers

%d bloggers like this: